Waspada Anak Stunting, Bukan Hanya Soal Tinggi Badan Saja

Ilustrasi Stunting pada Anak
Sumber :
  • Pinterest

VIVABandung – Stunting masih menjadi ancaman serius bagi masa depan anak-anak Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada tinggi badan, tetapi juga mempengaruhi perkembangan otak dan fungsi kognitif anak.

img_title Apa Itu Oleofood? Telkom University Dorong UMKM Kuliner Perempuan

"Stunting itu adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang terjadi karena kurangnya asupan gizi secara kronis pada masa-masa penting perkembangan anak terutama pada 2 tahun pertama kehidupannya," jelas dr. Gammarida Magfirah dalam Channel Youtube Kata Dokter.

Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat dampaknya yang sangat luas.

img_title KAI Masih Kaji Reaktivasi Jalur Kereta, Investasi Masih Fokus pada Keselamatan

Masalah stunting tidak hanya terjadi pada keluarga kurang mampu. Faktor ekonomi memang berpengaruh, tetapi bukan satu-satunya penyebab.

Penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan gizi yang cukup. Terutama pada dua tahun pertama kehidupan yang merupakan periode emas pertumbuhan.

img_title Perkuat Ekonomi Daerah, Prabowo Targetkan Penyaluran Pembiayaan Rp400 Triliun

 

Ilustrasi Ibu Menyusui

Photo :
  • Pinterest

Pemberian ASI yang tidak optimal juga menjadi faktor penting. Begitu pula dengan pemberian MPASI yang tidak tepat menu dan waktunya.

Infeksi berulang pada anak dapat meningkatkan risiko stunting. Penyakit seperti diare berkelanjutan dan infeksi paru-paru menjadi pemicu utama.

"Infeksi berulang ini akan menyebabkan tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk melawan penyakit tersebut yang akhirnya mempengaruhi pertumbuhan mereka," ungkap dr. Gammarida Magfirah.

Ibu hamil yang kekurangan gizi berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Kondisi ini meningkatkan potensi stunting pada anak.

Pola asuh yang tepat sangat penting dalam pencegahan stunting. Termasuk pemantauan tumbuh kembang dan pemberian makan yang teratur.

Penanganan stunting harus dilakukan sedini mungkin. Meski penyembuhan total sulit dilakukan, perbaikan masih bisa dilakukan dengan penanganan yang tepat.

Protein hewani menjadi nutrisi penting untuk mencegah stunting. Telur, ikan, daging, dan makanan laut menjadi sumber protein yang baik.

Bagi keluarga dengan ekonomi terbatas, telur menjadi pilihan terjangkau. Kandungan proteinnya cukup tinggi untuk mendukung pertumbuhan anak.

Pemeriksaan rutin pertumbuhan anak sangat penting. Minimal sebulan sekali, tinggi dan berat badan anak harus dipantau.

Dokter akan memplot hasil pengukuran pada kurva WHO. Hal ini membantu memantau apakah pertumbuhan anak sesuai dengan standar usianya.

Halaman Selanjutnya
img_title