Perlu Diketahui, Ini Perbedaan Penyakit Maag dengan GERD
- U-Report
Kelemahan pada lapisan perut memungkinkan cairan pencernaan merusak dan membuatnya radang, sehingga menyebabkan maag. Memiliki lapisan perut yang tipis atau rusak meningkatkan risiko maag.
Dalam kasus GERD, meski tidak ada penyebab tunggal, ada mekanisme di tubuh yang, ketika tidak berfungsi dengan baik dapat meningkatkan risiko terjadinya GERD. Sfingter esofagus bagian bawah (LES) adalah pita otot melingkar di ujung kerongkongan Saat bekerja dengan normal, bagian ini akan rileks dan terbuka saat menelan. Kemudian mengencang dan menutup kembali setelahnya.
Refluks asam terjadi ketika LES Anda tidak mengencang atau menutup dengan benar. Hal ini memungkinkan cairan pencernaan dan isi lain dari perut naik ke kerongkongan Anda.
Perbedaan ketiga GERD dan maag juga terdapat dari penyebabnya. Penyebab maag dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebih, stres, penggunaan obat-obatan tertentu seperti aspirin atau obat antiradang, infeksi bakteri, dan sebagainya.
Sedangkan penyebab GERD bisa dikarenakan oleh berat badan berlebih, hernia hiatal, merokok, konsumsi alkohol, kehamilan, atau konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat antinyeri atau obat antidepresan.
Cara Mengatasi GERD dan Maag
Cara mengatasi GERD dan maag sebetulnya hampir sama, yaitu dengan memberikan obat antasida, H2 blocker, atau golongan proton pump inhibitor. Selain obat-obatan, diperlukan juga pengaturan pola makan bagi penderita sakit maag dan GERD. Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang perlu untuk dihindari bagi penderita kedua penyakit tersebut.
Asupan tertentu seperti makanan pedas, makanan berlemak, makanan yang terlalu asam, minuman beralkohol, minuman bersoda, atau minuman yang mengandung kafein dapat memicu terjadinya gejala sakit maag dan GERD sehingga perlu dihindari.(dra)