Sejarah Kembang Goyang, Berikut Cara Membuatnya

Kembang goyang
Sumber :
  • Cookpad/CikGu Er

BANDUNG – Bagi masyarakat Betawi, makanan kembang goyang mungkin sudah tidak asing lagi didengar dan dinikmati. Meskipun popularitas dari kue kering ini belakangan sudah mulai menurun, namun tetap masih dilestarikan sebagai kuliner tradisional khas dari Betawi.

img_title Indonesia Peringkat Ketiga Dunia Sektor Makanan Halal

Biasanya, kue kembang goyang disajikan sebagai sajian khas masyarakat Betawi di hari raya idul Fitri atau lebaran untuk menyambut tamu yang datang bersilaturahmi. Meskipun popularitasnya menurun, akan tetapi kue kering ini masih cukup banyak digemari oleh masyarakat. 

Kue tradisional ini masih banyak dilestarikan, hal itu terbukti dari bertambahnya varian rasa kembang goyang yang beredar di pasaran. Mulai dari rasa manis hingga yang gurih. Selain itu, cemilan dengan bentuk khas yang menyerupai bunga ini juga bisa ditemukan dalam berbagai aneka warna. Sehingga tampilannya lebih terlihat menarik dan menggugah selera.

img_title Wisata Kuliner Bandung Bikin Liburan Makin Berkesan, Warung Legendaris Ini Wajib Dikunjungi

Asal-usul Kembang Goyang

Nama dari kue kering ini memang terbilang unik, sehingga mungkin banyak masyarakat yang penasaran dan belum mengetahui bagaimana asal-usul nama kembang goyang dipilih.

img_title Rahasia Kopi Bawah Pohon Bandung Bikin Pengunjung Betah Berjam-jam

‘Kembang goyang’ diambil dari bentuknya yang menyerupai kelopak kembang dan proses pembuatannya yang dibuat dengan digoyang-goyang hingga adonan terlepas dari cetakan saat dimasak. 

Cara Membuat Kue Kembang Goyang

Resep by CikGu Er (Cookpad)

Bahan-bahan yang dibutuhkan:

- 1/2 kg tepung beras

- 1/2 kg tepung terigu

- 1/2 kg tepung tapioka

- 1/2 kg gula pasir

- 5 butir telur

- 5 gelas belimbing air kapur (bisa diganti santan)

- Wijen (opsional)

Cara Membuat:

- Semua bahan dijadikan satu kecuali wijen, mixer atau aduk menggunakan spatula sampai tercampur rata dan adonan kental.

- Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang atau besar dulu, setelah cukup panas kecilkan api, celup dan biarkan cetakan kembang goyang terendam dalam minyak hingga cukup panas (cukup panas saja, jangan panas sekali)

- Angkat dan kibas-kibaskan cetakan supaya bersih dari minyak, celupkan cetakan dalam adonan (jangan celupkan sampai atas (nanti kembang goyangnya tidak bisa lepas), lalu angkat dari adonan dan langsung masukkan dalam minyak, tunggu sesaat, kemudian goyang-goyangkan cetakan agar kue lepas (Notes: cetakan jangan terlalu panas atau terlalu dingin karena jika kepanasan waktu dicelup adonan langsung matang, kalau diangkat dari adonan langsung jatuh, jika terlalu dingin adonan tidak mau nempel, jadi ketipisan)

Halaman Selanjutnya
img_title