M-Banking Dibobol? Begini Modus Telepon Penipu yang Mengincar Anda
- id.pinterest.com
VIVABandung – Belakangan ini, marak beredar kasus penipuan lewat telepon yang dilakukan oleh pelaku kejahatan siber.
Modus yang digunakan adalah vishing, atau phishing suara, di mana penipu mengaku sebagai pihak resmi untuk menipu korban.
Dengan teknik ini, mereka mencoba mengorek informasi pribadi, seperti data perbankan atau kredensial login aplikasi mobile.
Hacker
- id.pinterest.com
Yang kemudian digunakan untuk mengakses rekening korban. Jika tidak waspada, saldo rekening bisa terkuras dalam hitungan menit.
Para pelaku vishing sering kali beroperasi dengan teknik yang sangat meyakinkan, bahkan menggunakan identitas yang terlihat resmi.
Banyak korban tertipu karena ketidaktahuan akan ciri-ciri panggilan penipuan ini.
Oleh karena itu, mengenali modus yang mereka gunakan sangat penting agar tidak terjebak dalam jeratan mereka.
Berikut adalah beberapa tanda panggilan vishing yang harus diwaspadai:
1. Tidak menyebut nama Anda
Jika penelepon hanya menggunakan sapaan umum tanpa menyebut nama Anda, maka patut dicurigai.
Institusi resmi biasanya sudah memiliki data penerima telepon dan akan menyebutkan identitas secara spesifik.
2. Mengaku dari perusahaan besar atau lembaga pemerintah
Pelaku sering menyamar sebagai petugas dari bank, perusahaan teknologi, atau bahkan lembaga pemerintah.
Mereka menggunakan otoritas palsu untuk menakut-nakuti atau meyakinkan korban agar memberikan informasi sensitif.
3. Meminta informasi sensitif
Panggilan dari pihak resmi tidak akan meminta informasi seperti nomor kartu kredit, kode OTP, atau kata sandi.
Jika penelepon meminta hal tersebut, segera tutup telepon dan abaikan.
4. Menawarkan hadiah atau promosi mencurigakan
Jika Anda tiba-tiba dikabarkan memenangkan hadiah atau promosi besar tanpa pernah mengikuti undian, waspadalah.
Modus ini sering digunakan untuk mengelabui korban agar memberikan data pribadi.
5. Mengklaim ada utang yang belum dibayar
Taktik intimidasi sering digunakan oleh penipu, seperti ancaman denda atau hukuman jika tidak segera membayar utang yang sebenarnya tidak ada.
Jangan panik, segera verifikasi langsung ke institusi terkait.
6. Mengatakan perangkat terinfeksi virus atau malware
Salah satu modus yang kerap terjadi adalah penelepon berpura-pura sebagai teknisi yang menginformasikan bahwa perangkat Anda telah terinfeksi.