5 Modus Penipuan WhatsApp Terbaru dan Cara Menghindarinya
- id.pinterest.com
VIVABandung – Waspada, penipuan WhatsApp terus berkembang, dan modus-modus baru semakin canggih.
WhatsApp, sebagai salah satu aplikasi perpesanan terbesar dengan lebih dari 2 miliar pengguna, sering menjadi sasaran tindak kejahatan.
Para pelaku penipuan memanfaatkan platform ini untuk membajak akun pengguna dan meminta uang dari kontak mereka.
- id.pinterest.com
Meskipun banyak yang sudah diberi peringatan, banyak pengguna masih menjadi korban.
Berikut ini adalah beberapa modus terbaru yang perlu kamu waspadai, beserta cara-cara untuk menghindarinya.
1. Modus dengan SMS dan Call Forward
Pelaku penipuan bisa saja mengaku sebagai driver ojek online dan mencoba menguras saldo dompet digital kamu.
Caranya adalah dengan memanfaatkan fitur call forwarding pada smartphone kamu.
Pelaku akan mengarahkan kamu untuk mengetik kode MMI seperti **21*nomor tujuan# yang menyebabkan semua panggilan dialihkan ke nomor penipu.
Setelah itu, pelaku bisa mendapatkan kode OTP untuk mengakses akun WhatsApp kamu.
2. Modus Penyadapan SMS
Tak hanya mengandalkan kode OTP, penipuan WhatsApp juga bisa melibatkan aplikasi pihak ketiga.
Seperti SMS Forwarder, yang digunakan untuk menyadap SMS.
Jika pelaku berhasil meyakinkan kamu untuk memasang aplikasi tersebut, maka pesan-pesan yang masuk ke ponsel kamu akan langsung diteruskan ke mereka.
Modus ini sangat berbahaya karena tidak hanya mengakses WhatsApp, tetapi juga bisa digunakan untuk transaksi digital lainnya.
3. Modus Mengaku Kasir Minimarket
Penipu juga bisa berpura-pura menjadi kasir minimarket dan menghubungi kamu untuk "memperbaiki kesalahan" dalam pengiriman kode voucher pulsa.
Mereka akan meminta kamu mengirimkan enam digit kode OTP atau mengklik tautan yang mereka kirimkan.
Jika kamu melakukannya, pelaku bisa mengakses akun WhatsApp kamu dan menguasai ponselmu.
4. Modus Transfer File Berbahaya
WhatsApp memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan menerima file, termasuk dokumen yang dapat berisi malware.
Pelaku penipuan bisa mengirimkan file yang tampaknya tidak berbahaya, tetapi sebenarnya berisi program berbahaya yang dapat merusak perangkat kamu.
Begitu file tersebut dibuka, malware akan aktif dan pelaku bisa mengambil alih kontrol ponselmu.
Untuk mencegah agar tidak menjadi korban penipuan seperti ini, kamu perlu mengambil beberapa langkah preventif yang sangat penting.