iOS dan Android Jadi Target Penipuan Baru! Begini Cara Menghindarinya

Hacker
Sumber :
  • id.pinterest.com

VIVABandung – Pengguna iOS dan Android kini dihadapkan pada ancaman baru yang menyebar melalui pesan teks. 

img_title 5 Cara Lacak Hape Android Hilang, Pastikan Koneksi Internet Stabil

Modus penipuan ini mengincar korban dengan mengaku sebagai otoritas tol yang menagih pembayaran yang diklaim belum dibayarkan. 

Tanpa disadari, banyak pengguna yang terjebak karena panik dan langsung melakukan pembayaran.

img_title 4 Aplikasi Penghasil Dana Terbaik 2025: Raih Jutaan Rupiah dari Genggaman Smartphone Anda!

Ilustrasi Hacker

Photo :
  • Pinterest

Serangan ini pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat dan kini mulai menyebar ke berbagai wilayah. 

img_title 4 Rekomendasi Apk Penghasil Saldo DANA Terbaik 2025, Cair Cepat!

FBI telah mengonfirmasi bahwa modus ini bukan sekadar penipuan biasa, melainkan bagian dari skema kejahatan siber yang lebih besar. 

Pesan ini didesain untuk membuat korban bertindak cepat tanpa berpikir panjang.

Menurut laporan Phone Arena, penipu akan mengirim pesan berisi tagihan palsu dan menyertakan tautan yang mengarah ke halaman pembayaran. 

Di halaman tersebut, korban diminta memasukkan informasi kartu kredit atau rekening bank. 

Jika terjebak, pelaku dapat mengakses data pribadi pengguna dan menyalahgunakannya untuk pencurian identitas.

Komisi Perdagangan Federal (FTC) juga memperingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengklik tautan dalam pesan dari pengirim yang tidak dikenal. 

"Penipu menggunakan tekanan emosional agar korban segera merespons, seperti ancaman pembekuan SIM atau denda tambahan," ujar seorang juru bicara FTC.

Lebih lanjut, FTC menyarankan pengguna untuk selalu waspada terhadap pesan yang mendesak pembayaran.

Terutama jika mengaku berasal dari lembaga resmi. 

Alih-alih panik, pengguna sebaiknya memverifikasi kebenaran informasi langsung ke pihak berwenang. 

FBI juga menegaskan agar masyarakat segera menghapus pesan mencurigakan dan menggunakan fitur "Laporkan Spam" pada perangkat mereka.

Peringatan ini bukan sekadar isu teknis, tetapi melibatkan keamanan finansial dan data pribadi. 

Banyak korban mengaku membayar tanpa mengecek terlebih dahulu karena merasa tidak ingin berurusan dengan masalah hukum. 

Padahal, itulah yang diharapkan para pelaku.

Penipuan ini sebenarnya bukan hal baru, tetapi metode dan strateginya semakin canggih. 

Jika mendapatkan pesan yang meminta pembayaran tanpa kejelasan, jangan langsung percaya. 

Periksa informasi dari sumber resmi dan jangan pernah memberikan data pribadi sembarangan. 

Ingat, kehati-hatian adalah perlindungan terbaik dari kejahatan siber.