Cerita Mustofa, Dulu Hidup Mapan Kini Sebatang Kara Tidur di Emperan
- Istimewa
Mustofa menceritakan, awalnya ia bekerja di proyek properti perumahan bagian logistik. Sejumlah proyek di Jawa Barat, Jakarta hingga Banten pernah ia lakoni.
"Waktu itu proyeknya habis, gak ada kerjaan dan cerai dengan istri. Setelah itu saya jadi tukang parkir. Kalau stroke sudah dari sebelum jadi tukang parkir," katanya.
Menurutnya sejak saat itu ia hidup sebatang kara. Ia hanya pernah dikunjungi oleh anaknya yang kini telah lulus sekolah dan bekerja.
Sebenarnya Mustofa masih memiliki tiga anggota keluarga lain yang tersisa. Hanya saja ketiga saudara kandungnya itu pun tak pernah menengoknya.
"Anak pernah nengok bawa makanan. Saya tujuh bersaudara, sekarang tinggal empat. Ada yang di Ciheuleut, Perumnas sama di Bekasi. Tapi belum pernah ada yang ke sini," ucapnya.
Sebelum seperti saat ini Mustofa mengaku hidup berkecukupan. Bahkan anak semata wayangnya itu bisa ia disekolahkan hingga lulus SMA. Selepas itu tak ada lagi proyek dan ia mengalami sakit.
Kang Dedi menilai sakit yang dialami oleh Mustofa belum terlalu parah dan masih ada harapan untuk normal kembali. Sehingga Kang Dedi pun menawari Mustofa untuk diobati.