Bjorka Bocorkan Data Sensitif Diduga Milik Rafael Alun

Hacker Bjorka
Sumber :
  • Tangkap layar

VIVA Bandung – Bjorka baru-baru ini muncul dengan membawa dugaan kebocoran data sebanyak 19 juta milik BPJS Ketenagakerjaan.

img_title Rekomendasi 5 Popok Celana Terbaik 2025, Ada yang Diklaim Mampu Serap 400ml!

Kini, hacker tersebut membocorkan data pribadi yang diduga milik eks pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo (RAT). Peretas itu membagikan data sensitif tersebut di saluran Telegram yang terdiri dari nomor ponsel, email, nama, jenis kelamin, NIK, KK, alamat, agama, status pernikahan, pendidikan, nama ayah, nama ibu, kendaraan dan ID vaksin.

"So, u guys waitin for this man, right?" tulisnya di aplikasi perpesanan instan itu, dikutip VIVA Tekno pada Senin, 13 Maret 2023.

img_title Bayi Baru Lahir Apakah Aman Dibawa Mudik? Dokter Sarankan Ini!

Hacker Bjorka bukan untuk pertama kalinya membocorkan data pribadi seseorang. Ia bahkan pernah membuka data pribadi milik Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate dan dokumen pribadi Presiden Joko Widodo.

Rafael Alun Trisambodo (RAT) diketahui tengah diterpa banyak masalah. Dimulai dari anaknya, Mario Dandy Satrio (MDS) yang menganiaya Cristalino David Ozora hingga pemeriksaan KPK.

img_title Tidak Perlu Ribet! Cek Status PKH 2025 Bisa Lewat HP dalam 5 Menit

data diduga milik rafael alun

Photo :
  • viva.co.id

Adapun jumlah data BPJS Ketenagakerjaan yang dibocorkan sebanyak 5GB, sebelum dikompers 1GB, dengan total data 19.564.922 yang terdiri dari Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, email, nomor ponsel, alamat, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, pekerjaan, tempat bekerja dan lain-lain.

Pada forum Breached Bjorka juga memberi 100 ribu sampel data gratis. Melansir VIVA, untuk beberapa data yang dicek secara acak, nomor ponsel yang dicantumkan di sana cocok dengan nama yang tertera.

Namun, untuk keabsahan data tersebut, hanya bisa dibuktikan oleh BPJS Ketenagakerjaan atau lembaga terkait untuk menjawab apakah data sensitif yang mereka simpan mengalami kebocoran atau tidak.

Hacker Bjorka menjualnya dengan banderol harga US$10 ribu atau Rp154 juta. Di sana dia juga menulis bahwa dirinya hanya menerima pembayaran dalam bentuk Bitcoin.