Sri Mulyani: Jika Tak Mau Bayar Pajak Jangan Tinggal di Indonesia

Menteri Keuangan, Sri Mulyani
Sumber :
  • VIVA/Anisa Aulia

Bandung – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menanggapi soal ramainya tagar di media sosial yang menyuarakan untuk tidak membayar pajak.

img_title Lapor SPT Tanpa Coretax! Panduan Praktis dan Mudah Dipahami

Sri Mulyani menegaskan, jika masyarakat tidak mau membayar pajak jangan tinggal di Indonesia. Pasalnya, pajak yang telah dibayarkan oleh masyarakat pun digunakan Pemerintah untuk berbagai hal. Seperti untuk pendidikan, dari mulai pesantren hingga universitas.

Selain itu, pajak juga digunakan untuk rumah sakit, karena pada saat pandemi uang yang digunakan juga berasal dari pajak.

img_title Kantor Pajak Tetap Buka! Solusi Ramah bagi Wajib Pajak yang Kesulitan Digital

Menteri Keuangan, Sri Mulyani

Photo :
  • YouTube Deddy Corbuzier

"Pajak juga yang Anda nikmati tiap hari tadi pagi juga Anda semuanya entah minum teh makan nasi goreng itu pasti dimasaknya pake LPG. Kalau LPG-nya 3 kilo itu Anda menikmati itu uang pajak subsidi," ujar Ani sapaan Sri Mulyani dalam acara Perayaan Hari Pajak, di Jakarta, Selasa 19 Juli 2022.

img_title Batas Akhir SPT Tahunan 31 Maret! Ini Panduan Lengkap Wajib Pajak

Ani juga menjelaskan, selain LPG 3 kilogram yang menggunakan pajak. Listrik yang dinikmati masyarakat juga berasal dari pajak berupa subsidi yang diberikan oleh Pemerintah.

"Ada jalan raya, jalannya dibangun itu juga pake pajak. Jadi mereka yang menyampaikan hastag nggak bayar pajak ya, berarti anda nggak pengen tinggal di Indonesia atau tidak kepengen lihat Indonesia bagus gitu aja," jelasnya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani

Photo :
  • @smindarwati

"Jadi nggak usah ditanggapi rasanya masyarakat sendiri yang saya lihat pada kemudian mengcounter karena mereka merasa memiliki Indonesia," lanjutnya.Adapun itu lah jelasnya, kenapa banyak masyarakat yang mengatakan siapa Menteri Keuangan menyuruh rakyat untuk membayar pajak.

"Mau bikin semuanya menjadi bagus ya kita yang bikin mau bikin republik ini rusak kita yang bikin. Jangan terbiasa untuk nyalah-nyalahin orang lain gitu," tegasnya.