Dampak Diskon Listrik, Deflasi Jabar Capai 0,61 Persen
- unggahan Instagram @infobandungkota
VIVA Bandung – Pada Februari 2025, Jawa Barat mencatatkan sebuah fenomena ekonomi yang menggembirakan, yaitu deflasi sebesar 0,61 persen.
Angka ini menunjukkan penurunan harga barang dan jasa secara umum, yang merupakan indikasi positif bagi daya beli masyarakat.
Salah satu faktor utama yang mendorong terjadinya deflasi ini adalah kebijakan diskon tarif listrik yang diberlakukan oleh PT PLN (Persero).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat Darwis Sitorus mengatakan, kelompok pengeluaran, yang mengalami deflasi tertinggi yaitu Kelompok Bahan Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,37% dengan andil deflasi sebesar 0,11%. Dan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 4,12%, dengan andil deflasi sebesar 0,65%.
“Selain kelompok pengeluaran yang deflasi itu, lima kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi secara month to month Februari 2025. Yaitu Kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,05%, Kelompok Kesehatan sebesar 0,3%, Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 0,18%,” kata Darwis dikutip VIVA Bandung, Rabu (5/3/2025).
“Selanjutnya Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Resroran inflasi sebesar 0,2 persen dan Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya inflasi sebesar 1,4%,” sambungnya.
Adapun menurut komoditas pada Februari 2025 di Jawa Barat yang memberikan deflasi tertinggi yaitu tarif listrik sebesar 0,68%, diikuti cabai merah, bawang merah dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,04%.
Sementara komoditas yang memberikan andil inflasi tertinggi emas perhiasan sebesar 0,06%, dan bensin sebesar 0,03%.
"Seluruh Kabupaten/Kota pantauan inflasi di Jawa Barat mengalami deflasi secara month to month pada Februari 2025. Deflasi terdalam terjadi di Kabupaten Majalengka sebesar sebesar 0,97%. Sementara deflasi terkecil terjadi di Kota Tasikmalaya sebesar 0,32%”, jelas Darwis.
Adapun kabupaten/kota lainnya yaitu Kabupaten Bandung deflasi sebesar 0,53%, Kabupaten Subang sebesar 0,56%, Kota Bogor deflasi sebesar 0,73%, Kota Sukabumi deflasi sebesar 0,35%, Kota Bandung deflasi sebesar 0,73%, Kota Cirebon deflasi sebesar 0,73%. Selain itu Kota Bekasi deflasi sebesar 0,47%, dan Kota Depok deflasi sebesar 0,73%.