Selain Arema, Suporter Ricuh ke Lapangan Sempat Terjadi di Sidoarjo

Kerusuhan Arema FC dan Persebaya
Sumber :
  • VIVA

BANDUNG - Selain dalam laga derby Arema FC kontra Persebaya pada Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu, aksi merangseknya suporter ke dalam lapangan juga sempat ditemui dalam laga ke sembilan Liga 1 2022-2023, antara Persebaya Surabaya melawan Rans Nusantara

Peran Pemain Muda Jadi Kunci Kemenangan Persebaya di Anniversary Game

Seperti diketahui, sekitar dua minggu sebelum kejadian itu, aksi kericuhan serupa sempat terjadi di laga pekan ke sembilan Liga 1 2022-2023. Tepatnya di Sidoarjo, ketika Persebaya Surabaya melawan Rans Nusantara pada 15 September 2022 lalu. Saat itu, Persebaya kalah tipis 1-2 dari Rans.  Namun dalam kericuhan itu tak ditemukan korban jiwa.

Meski dalam kedua laga itu ditemukan kericuhan yang sama, dengan merangseknya suporter ke lapangan. Namun ada sejumlah fakta menarik dalam perbandingan kericuhan Sidoarjo dan Kanjuruhan dari sisi pengamat Sepakbola tanah air, Gita Suwondo.

Ini Pemain Incaran Persib Bandung Harga Rp3,91 M untuk Liga 1 2024/2025, Ternyata Eks Pemain Timnas

Pertama, kericuhan di Stadion Kanjuruhan, menurutnya, diawali dari aksi permintaan maaf pemain Arema karena kekalahannya dari Persebaya. Sehingga memicu aksi Aremania untuk memasuki lapangan dan akhirnya memicu pertikaian dengan aparat polisi dan TNI.

Sementara dalam kericuhan di Siduarjo, meski Persebaya mengalami kekalahan 1-2 dari Rans. Namun para pemain Persebaya langsung masuk ke kamar ganti dan tidak melakukan aksi minta maaf menghadap ke penonton.

Sambut Kedatangan Para Pemain Persib di Gedung Sate, Bey Machmudin: Selamat, Kita Rayakan Bersama

"Dalam tragedi Kanjuruhan, kabarnya kan diawali dengan pemain Arema yang meminta maaf dengan hasil pertandingan.  Dan itu  tidak dilakukan pemain Persebaya Surabaya sebelumnya, saat penonton di Siduarjo masuk ke lapangan," ungkap Gita dalam poadcast di akun youtube Pengamat Sepakbola TV

Disinilah  bermula salah kaprah suporter, karena permintaan maaf itu tak bisa dari jauh, sehingga menurut Gita, mereka (Aremania) harus mendekati pemain. Sehingga satu hingga dua pemain yang masuk ke lapangan malah memicu suporter lainnya untuk mengikuti hal serupa.

Halaman Selanjutnya
img_title