Sinopsis Film Horor Primbon
- Instagram/@primbonmovie
VIVA Bandung – Primbon merupakan salah satu film horor yang sangat dinantikan penayangannya. Film yang disutradarai oleh Rudi Soedjarwo yang terkenal dengan karya-karyanya seperti Ada Apa Dengan Cinta? (2002) dan Pocong 2 (2006) akan tayang di bioskop pada 10 Agustus 2023.
Sinopsis Film Primbon
Film primbon bercerita tentang keluarga bangsawan Jawa yang hidup terhormat dan bermartabat. Kehidupan mereka masih sangat kental dengan tradisi kerajaan Jawa.
Namun, anggota keluarga bangsawan Jawa sering diteror oleh makhluk tak kasat mata yang bahkan membahayakan nyawa mereka. Makhluk tersebut merupakan sosok wanita berambut panjang dengan penampilan yang mengerikan.
Teror dari perempuan berpenampilan mengerikan tersebut diduga karena telah melanggar Kitab Suci Primbon yang selama ini dipercaya oleh keluarganya dan masyarakat sekitar. Lantas bagaimana cara mereka lolos dari teror tersebut?
Thriller Film Primbon
Cinema 21 telah merilis trailer film Primbon di YouTube pada 28 Juni 2023. Dalam trailer Primbon, cerita dan horor yang akan dihadirkan semakin jelas.
Trailer dimulai dengan tembang jawa yang mengiringi prosesi ruwat dimana seorang gadis terlihat sedang mandi bunga. Namun, setelah mandi bunga, wajah wanita itu semakin pucat dengan bayang-bayang wanita tua bersanggul mengejarnya.
Adegan berlanjut ketika sebuah keluarga berkumpul dalam satu rumah. Suara ketukan pintu di tengah hujan membuat seluruh anggota keluarga terdiam. Ternyata ketukan pintu itu berasal dari Rana, gadis yang dirawat di awal trailer. Rana disuruh pulang setelah tujuh hari dalam keadaan basah kuyup.
Keluarga bingung saat Rana kembali ke rumah setelah menghilang berhari-hari. Namun, sosok Rana yang mereka lihat benar-benar manusia.
“Primbon adalah pegangan mereka sehari-hari,” ujar sosok laki-laki dalam trailer tersebut, bercerita tentang keluarga yang menjadi pusat utama cerita.
Benda-benda yang diduga sebagai sesajen kemudian ditempatkan di kamar Rana. Saat sesajen membusuk, keluarga percaya bahwa Rana yang kembali ke rumahnya bukanlah manusia.
Sejumlah teror yang dialami keluarga juga ditampilkan. Para tokoh bercerita tentang perlunya diadakan ritual untuk mencari kebenaran tentang sosok Rana sehingga kelahiran salah satu anggota keluarga di hari yang salah telah menimbulkan kesialan.