Belum Banyak yang Tahu, Zaidul Akbar Ungkap Buah Ini Ternyata Pemicu Serangan Jantung

Perwatan kulit ini menurut Zaidul Akbar bisa bikin awet muda
Sumber :
  • tvOneNews.com

BandungBuah termasuk salah satu makanan sehat yang baik bagi tubuh, namun ternyata jika dikonsumsi bersama dengan obat tertentu, justru dapat menimbulkan efek buruk seperti serangan jantung.

Dalam salah satu ceramahnya, dr Zaidul Akbar mengungkapkan bahwa ada buah dan golongan obat tertentu jika dikonsumsi justru dapat memicu serangan jantung. "Jangan makan pisang yang gak ada biji. Kalau pisang gak ada biji, maka nenek moyang dia bibitnya, kemungkinan besar transgenik," ujar dr Zaidul Akbar.

Dilansir dari YouTube Berbagi ilmu, Kamis (21/09/23), menurut dr Zaidul Akbar, yang dimaksud transgenik adalah perubahan atau modifikasi pada gen buah tersebut. 

"Jadi kalau Anda beli anggur, jangan beli anggur yang gak ada bijinya. Karena dasarnya anggur apa, pake biji," ujar dr Zaidul Akbar. dr Zaidul Akbar menerangkan bahwa di Amerika sudah umum beredar produk-produk hasil GMO (Genetically Modified Organism). "Jadi tumbuhan yang dimodifikasi secara genetik," ungkap dr Zaidul Akbar.

Selain itu, menurut dr Zaidul Akbar, ada jobat-obatan kimia yang dapat menjadi pemicu serangan jantung, terutama obat-obat penurun kolesterol. dr Zaidul Akbar menjelaskan tentang bagaimana mekanisme kolesterol dalam tubuh. Menurut penjelasan dr Zaidul Akbar, kolesterol itu bahan bakunya pembuatan hormon. 

"Ketika kolesterolnya di stop, jadi obat-obat sintetik itu dia akan membatasi, menyetop kolesterol sehingga apa kolesterol yang jahatnya, katanya turun," papar dr Zaidul Akbar. dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa berdasarkan pernyataan FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, obat-obat golongan statin, itu bisa menyebabkan serangan jantung.

"Apa yang terjadi, tiroidnya bermasalah, hormon ginjal bermasalah, hormon jantung bermasalah, semua hormon bermasalah. Itulah sebabnya baru sekarang ini, FDA mengatakan bahwa ternyata golongan statin ternyata bisa menyebabkan serangan jantung," ungkap dr Zaidul Akbar.