Akun Instagram Bisa Diretas dalam 10 Menit, Begini 6 Cara yang Digunakan Hacker
VIVABandung – Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan kita.
Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa akun media sosial mereka rentan terhadap peretasan.
Berikut 6 teknik umum yang digunakan untuk peretasan akun media sosial.
1. Phishing adalah teknik paling umum.
Peretas mengirim tautan palsu yang tampak seperti dari Instagram, Facebook, atau platform media sosial lainnya.
Tautan ini mengarah ke halaman login palsu yang identik dengan aslinya.
Saat Anda memasukkan informasi login, data tersebut langsung dikirim ke peretas.
Perhatikan URL sebelum memasukkan informasi. Situs asli selalu memiliki domain resmi, misalnya "instagram.com" bukan "instagram-login.com" atau variasi serupa.
Fitur Instagram
- id.pinterest.com
2. Serangan brute force melibatkan upaya menebak kata sandi dengan mencoba berbagai kombinasi.
Peretas menggunakan program khusus yang mencoba ribuan kemungkinan kata sandi dalam waktu singkat.
Perlindungan terbaik adalah menggunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun. Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol.
3. Eksploitasi pertanyaan keamanan sering diabaikan.
Banyak orang menggunakan jawaban yang mudah ditebak atau informasi yang tersedia di profil mereka.
Peretas dapat menemukan jawaban melalui penelusuran di media sosial.
Gunakan jawaban acak atau tidak benar untuk pertanyaan keamanan. Yang penting Anda bisa mengingatnya atau menyimpannya di pengelola kata sandi.
4. Penyusupan melalui aplikasi pihak ketiga bisa terjadi saat Anda memberikan akses ke aplikasi yang tidak tepercaya.
Beberapa aplikasi meminta izin yang berlebihan dan dapat menyalahgunakan akses tersebut.
Tinjau secara berkala aplikasi yang terhubung dengan akun media sosial Anda. Cabut akses untuk aplikasi yang tidak lagi Anda gunakan atau tidak Anda kenal.
5. Peretasan melalui Wi-Fi publik yang tidak aman.
Saat Anda menggunakan media sosial di jaringan Wi-Fi publik, peretas dapat mengintip data yang dikirim dan diterima, termasuk informasi login.
Gunakan VPN saat terhubung ke Wi-Fi publik. VPN mengenkripsi koneksi Anda dan mencegah orang lain melihat data yang dikirim.
6. Social engineering atau rekayasa sosial memanfaatkan psikologi manusia.
Peretas dapat berpura-pura sebagai teman, keluarga, atau staf dukungan teknis untuk mendapatkan informasi sensitif atau akses langsung ke akun.