Benarkah Terjebak Macet Tingkatkan Risiko Kerusakan Otak?

Ilustrasi macet
Sumber :
  • Pixabay

"Kami tahu bahwa konektivitas fungsional yang berubah di DMN telah dikaitkan dengan penurunan kinerja kognitif dan gejala depresi. Jadi, mengkhawatirkan melihat polusi lalu lintas mengganggu jaringan yang sama ini," ujar Penulis pertama studi tersebut, Dokter Jodie Gawryluk.

Rocky Gerung Sempat Geram, Diminta Pakai Jaket Timses AMIN: Pakai Otak Kalian!

"Sementara penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya dampak fungsional dari perubahan ini, ada kemungkinan bahwa hal itu dapat mengganggu pemikiran atau kemampuan orang untuk bekerja," sambung dia.

Bagaimana cara melindungi diri?

Prabowo Tanggapi Pernyataan Ahok Soal Jokowi Tak Bisa Kerja: Otaknya Perlu Diperiksa

Tercatat bahwa perubahan di otak bersifat sementara dan konektivitas peserta kembali normal setelah paparan. Namun, Dr Carlsten percaya bahwa efeknya berpotensi bertahan lama jika terus menerus terpapar. Dia memperingatkan orang-orang untuk memerhatikan udara yang mereka hirup dan mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan paparan mereka. 

"Orang-orang mungkin ingin berpikir dua kali saat mereka terjebak kemacetan dengan jendela diturunkan. Penting untuk memastikan filter udara mobil Anda berfungsi dengan baik, dan jika Anda sedang berjalan atau bersepeda di jalan yang sibuk, pertimbangkan untuk mengalihkan ke rute yang tidak terlalu sibuk," saran dia.

Denise Chariesta Ingin Lahiran Secara Caesar di Tanggal Cantik

Meski studi saat ini hanya melihat dampak kognitif dari polusi lalu lintas, Dr Carlsten mengatakan bahwa produk pembakaran lainnya juga wajib menjadi perhatian.

"Polusi udara sekarang diakui sebagai ancaman lingkungan terbesar bagi kesehatan manusia dan kami semakin melihat dampaknya di semua sistem organ utama. Saya berharap kita akan melihat dampak serupa pada otak dari paparan polutan udara lainnya, seperti asap kebakaran hutan," paparnya.

Halaman Selanjutnya
img_title