Healing Mental Jelang Nikah Cegah Stress

ilustrasi hukum menikahi sepupu dalam islam
Sumber :
  • istimewa

 

img_title Kevin Diks Hilang dari Skuad Borussia Monchengladbach saat Kontra Stuttgart

4. Berorientasi untuk belajar

Terlalu banyak berpikiran negatif akan membuat Anda curiga dan tidak percaya pada pasangan. Padahal, semua kecurigaan tersebut belum tentu ada dasarnya. Rasa tak percaya ini bisa menjadi cikal-bakal kehancuran rumah tangga.

img_title Nathan Tjoe-A-On Dapat Rapor Merah, Willem II Dibantai Cambuur 1-6

Selain berpikir positif saat sudah menikah, cobalah juga untuk mengapresiasi pasangan Anda dan merespons keberhasilan ataupun kegagalan pasangan Anda dengan memandang bahwa hal tersebut adalah suatu proses pembelajaran diri. Keinginan untuk belajar dari kesalahan agar dapat menjadi lebih baik merupakan persiapan mental pernikahan yang wajib dilakukan.

 

img_title Selain Yordania, Timnas Indonesia Berpeluang Hadapi Kuwait November 2026

5. Motivasi membuat pernikahan berhasil

Persiapan mental menghadapi pernikahan yang perlu disadari kedua belah pihak adalah pernikahan merupakan proses yang perlu diusahakan. Memang benar pernikahan diawali dengan cinta, tapi perlu usaha dan motivasi terus-menerus untuk membuat cinta tetap membara. Dengan begitu, Anda akan memiliki hubungan suami istri yang baik hingga kakek nenek.

Pernikahan tidak bisa berjalan secara ‘auto pilot’. Jadi, cobalah rencanakan hal-hal yang membuat hubungan Anda selalu dekat, misalnya komitmen untuk berkencan berduaan sebulan sekali.

Beberapa isu sensitif sebaiknya mulai dibicarakan sejak masa pacaran. Ini dilakukan untuk mencari tahu apakah Anda dan pasangan sepaham atau tidak mengenai isu tersebut. Kalaupun berbeda pandangan, apakah dapat menemukan solusi atau tidak.

Persiapan mental menjelang pernikahan ini penting, walaupun sering kali dipenuhi kecanggungan karena sering menjadi sumber konflik pasangan suami istri. (Irv)