Naskah Khutbah Jumat Singkat Tapi Bagus dan Penuh Makna
- Pixabay / Pexels
VIVA Bandung – Khutbah Jumat merupakan salah satu rukun yang wajib dilaksanakan dalam pelaksanaan sholat Jumat. Dalam syarat Islam menganjurkan agar khutbah Jumat ini tidak disampaikan terlalu panjang agar jemaah tidak bosan.
Jika hari Jumat ini Vivanians menjadi khatib, sebaiknya siapkan teks khutbah Jumat yang singkat, tapi bagus dan penuh makna agar tetap relevan dengan kondisi saat ini.
Dalam sebuah hadits riwayat Muslim dan Ahmad dinelaskan anjuran untuk menyampaikan khutbah secara singkat, sebagaimana berikut:
عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ طُولَ صَلاَةِ الرَّجُلِ وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلاَةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَةَ وَإِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا (رواه مسلم وأحمد)
Pada kesempatan ini, VIVA Bandung akan mengupas contoh naskah khutbah singkat yang dihimpun dari laman resmi Kementerian Agama.
Khutbah I
الحَمْدُ للهِ الحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَانَا سُبُلَ السّلامِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيِّ الكَرِيمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهَ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَه ، ذُو الجَلالِ وَالإكرام، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُه، اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، أَمَّا بَعْدُ : فَيَا أَيُّهَا الإِخْوَانِ، أَوْصَيْكُمْ وَ نَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الكَرِيمُ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيمُ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّه وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيمُ
Jamaah sholat Jumat hafidhakumullâh,
Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan oleh Allah Subhaanahu wa Ta'ala untuk hadir di majlis ini. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam, yang menuntun kita ke jalan yang diridloi-Nya.
Pada hari ini, mari kita tingkatkan takwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dalam kitab Sabîlul Iddikâr wal I'tibâr, Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi A-Haddad menjelaskan lima golongan yang dikhawatirkan meninggal dalam keadaan su'ul khatimah:
1. Orang-orang yang melalaikan sholat.
Sholat adalah amal pertama yang dihisab. Nabi Muhammad bersabda:
صَلَاةُ الْمَكْتُوبَاتِ أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَإِن صَلَحَتْ صَلَاحَ سَائِرُ أَعْمَالِهِ، وَإِن فَسَدَتْ فَسَدَتْ سَائِرُ أَعْمَالِهِ (HR. Tirmidzi)
Oleh karena itu, mari kita jaga sholat kita dan ajak keluarga kita untuk melaksanakannya.
2. Mereka yang suka mengonsumsi minuman keras.
Minum keras adalah haram. Nabi Muhammad bersabda:
كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَكُلُّ خَمْرٍ حَرَامٌ
"Semua yang memabukkan adalah khamr dan semua khamr adalah haram."
Pecandu minuman keras membahayakan dirinya dan orang lain, serta tidak dapat berhenti dari kebiasaan ini dikhawatirkan akan mengalami su'ul khatimah.
3. Mereka yang durhaka kepada kedua orang tua.
Durhaka kepada orang tua adalah dosa besar. Rasulullah ditanya tentang dosa-dosa besar dan menjawab:
أَلْكَبَائِرُ: الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ، وَقَتْلُ النَّفْسِ، وَشَهَادَةُ الزُّورِ
"Menyukutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh seseorang dan kesaksian palsu."
Mari kita berbakti kepada orang tua kita, karena mereka telah berjuang untuk kita.
4. Mereka yang menyusahkan Muslim lainnya.
Menzalimi orang lain adalah perbuatan yang sangat diperhitungkan oleh Allah. Dalam hadits, Rasulullah bersabda: