Khutbah Jumat 13 Desember 2024: Jangan Mencela Orang yang Mencari Rezeki

Ilustrasi Penjual Es Teh Viral
Sumber :
  • Akun X

VIVA BandungKhutbah Jumat adalah sesuatu yang wajib disampaikan dalam mengisi pelaksanaan shalat Jumat. Bahan materi Khutbah Jumat bjuga perlu dipersiapan oleh khatib salat Jumat.

img_title Sejumlah Amalan Sunah yang Perlu Dilakukan Saat Bulan Syawal

Seperti diketahui, khutbah Jumat tersebut mengandung ajakan, nasihat hingga pengingat bagi para jemaah sebelum melaksanakan shalat Jumat.

Dalam dalil Al Quran dari Surat Al A'raf Ayat 204 menjelaskan betapa pentingnya mendengar teks khutbah Jumat, Allah SWT berfirman:

img_title Keutamaan Puasa Ramadan 2025 Hari ke-27

وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ (QS. Al A'raf, 7:204)

Adapun dalam pelaksanaan shalat Jumat pada 13 Desember 2024 ini, teks khutbah Jumat yang akan diulas oleh VIVA Bandung bersifat singkat dan bertajuk "Rezeki".

img_title Keutamaan Puasa Ramadan 2025 Hari ke-17

Dilansir dari tvOnenews.com yang menukil laman resmi Yayasan Amal Jariyah Indonesia, berikut teks khutbah Jumat singkat bertajuk "Jangan Mencela Orang yang Mencari Rezeki Seluas Samudera" untuk 13 Desember 2024.

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ والبَرَكَاتُ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ

Jemaah shalat Jumat yang dirahmati oleh Allah SWT

Pertama-tama izinkan khatib senantiasa mengajak sidang Jumat untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas rezeki yang selalu dilimpahkan oleh-Nya setiap jam, setiap menit, setiap detik untuk kita semua sampai saat ini.

Tak lupa, marilah kita senantiasa bersholawat dan salam sebagai tanda memberikan pujian kepada Baginda Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya telah memperjuangkan Islam sebagai agama kebenaran dan sempurna untuk menjadi penyelamat di akhirat nanti.

Sidang Jumat yang berbahagia

Semoga kita sampai saat ini masih istiqomah dalam mempertebal keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT sebagaimana kita senantiasa bersemangat dalam menjalani kehidupan untuk kembali kepada-Nya.

Khatib ingin meminta izin akan menerangkan tema kali ini tentang pekerjaan halal menjadi salah satu upaya memperoleh aliran rezeki bertubi-tubi yang tidak boleh dihina oleh manusia.

Setiap manusia bahkan makhluk hidup mendapat tugas sebagai tantangan terberat mereka agar mendapatkan rezeki dengan cara kehormatan.

Dalam dalil Al Quran dari Surat Hud Ayat 6 mengandung tafsir rezeki telah ditetapkan atas jaminan dari-Nya, Allah SWT berfirman:

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ (QS. Hud, 11:6)

Sebagai manusia, kita aharus melakukan pekerjaan dalam mencari nafkah tanda mulanya meraih rezeki dengan cara ikhlas.

Bahwasanya mencari nafkah melalui pekerjaan sebagai bentuk ibadah yang harus diniatkan secara ikhlas. 

Halaman Selanjutnya
img_title