4 Khasiat Jahe yang Bisa Dijadikan Obat Herbal

Ilustrasi jahe
Ilustrasi jahe
Sumber :
  • Pixabay

Bandung –Indonesia merupakan negara penghasil rempah-rempah yang sangat beragam dan bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu jenis rempah yang sering digunakan untuk obat herbal adalah jahe. Manfaat jahe bagi kesehatan sudah tidak diragukan lagi.

Jahe mempunyai banyak senyawa aktif yang baik untuk kesehatan. Dilansir dari laman healthq.com, tanaman dengan nama latin zingiber officiale ini memiliki kandungan kalori, karbohidrat, serat, protein, lemak, gula, asam folat, zat besi, kalium, vitamin B3, vitamin B6, vitamin C, vitamin B2, magnesium. , fosfor, dan seng.

Manfaat Jahe untuk Kesehatan

Kandungan senyawa aktif yang tinggi membuat rempah ini berfungsi untuk menjaga kesehatan tubuh. Dikutip dari berbagai sumber, manfaat jahe untuk kesehatan sebagai berikut:

1. Meredakan sakit

Penelitian yang dilakukan Universitas of Georgia menyatakan, bahwa suplemen jahe yang dikonsumsi setiap hari bisa meredakan sakit otot. Selain itu, nyeri akibat dysmenorrhea juga bisa disembuhkan dengan menggunakan rempah yang satu ini.

2. Mencegah penyakit kulit

Manfaat jahe lainnya yakni untuk mencegah penyakit kulit, karena dengan mengonsumsi jahe mampu membuat kulit Anda berkeringat. Kelenjar keringat sendiri, bisa menghasilkan protein yang dinamakan fermicin. Fungsi dari protein inilah yang bisa melindungi tubuh dari bakteri dan jamur yang menyebabkan penyakit pada kulit.

3. Mencegah kanker

Penyakit kanker menjadi salah satu penyakit kronis yang membutuhkan proses penyembuhan cukup lama. Obat yang dibutuhkan untuk penyakit ini juga tidaklah murah. Apalagi, penyakit ini bisa menimpa siapa saja tanpa memandang usia ataupun jenis kelamin. Maka dari itu, perlu adanya upaya pencegahan kanker yang tepat dan efektif.

Jahe memiliki kandungan gingerol yang bermanfaat untuk mencegah kanker. Sementara itu penelitian di Universitas of Minnesota menemukan, objek penelitian tikus yang diberikan gingerol memiliki tumor dengan ukuran lebih kecil, dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi gingerol. Oleh karena itu, gingerol disebut sebagai salah satu senyawa aktif yang mampu mencegah penyebaran sel tumor serta mencegah tingkat keparahan sel tumor.