Capek Dibilang Gendut? Ini Tips Puasa Intermiten Yang Bisa Kamu Coba

ilustrasi puasa intermiten
Sumber :
  • al

2. Meningkatkan metabolisme tubuh

img_title Perawatan Kulit Budget Terbatas, Tips Buat Mahasiswa dan Pemula

Puasa juga membuat kadar hormon pertumbuhan meningkat, menurunkan kadar insulin, dan kadar gula darah. Dengan kata lain puasa intermiten dapat sedikit meningkatkan metabolisme tubuh, karena tubuh mengonsumsi lebih sedikit kalori.

3. Menyehatkan otak

img_title Kulit Sehat Bukan Berarti Kulit Putih, Begini Tips Konsep Kecantikan yang Benar

Suatu penelitian menyatakan bahwa metode peningkatan metabolisme, seperti dengan berpuasa, akan membantu meningkatkan hormon otak dan mengurangi peradangan di dalam tubuh. Efek ini diduga dapat menstimulasi perkembangan sel-sel saraf baru dan membantu mencegah kerusakan otak.

Hal yang perlu dicatat, klaim-klaim manfaat puasa intermiten di atas masih perlu diteliti lebih lanjut. Sementara kekurangan puasa intermiten adalah adanya kemungkinan seseorang menjadi terlalu banyak mengonsumsi kalori karena merasa sudah mengurangi makan di hari puasa. Selain itu, puasa intermiten juga tidak mudah dilakukan, karena harus menahan lapar selama sekian waktu.

img_title 5 Tipe Kulit dan Cara Merawatnya Agar Wajahmu Selalu Tampak Segar dan Sehat

Panduan Melakukan Puasa Intermiten

Meskipun banyak klaim positifnya, puasa ini perlu dilakukan dengan benar untuk mendatangkan manfaat yang maksimal. Di bawah ini adalah panduannya:

Selektif dalam memilih makanan. Hindari makanan yang terlalu manis, berlemak, atau makanan ringan yang mengandung kalori berlebih. Disarankan untuk tetap mengonsumsi makanan sehat yang bergizi seimbang.

Cukupi kebutuhan minum di hari puasa agar terhindar dari dehidrasi.

Untuk menjaga massa otot saat puasa, di hari-hari saat tidak puasa, kamu perlu tetap melakukan olahraga yang memacu jantung, seperti bersepeda atau berenang.

Namun jika kamu memiliki masalah kesehatan, seperti diabetes atau gangguan lambung, sebaiknya konsultasikan ke dokter dulu sebelum mencoba puasa jenis ini. Selain itu, puasa intermiten tidak direkomendasikan untuk ibu hamil, anak-anak dan remaja, orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, serta penderita gangguan makan.

Jika kondisi kesehatanmu sedang prima dan penasaran dengan metode puasa intermiten ini, kamu boleh saja mencobanya. Namun ingat, jika kamu merasa lemas atau jatuh sakit setelah menjalani puasa intermiten, segera hentikan puasamu dan periksakan diri ke dokter. (irv)