Waspada! 11 Tanda HP Kena Hack Yang Sering Diabaikan
VIVABandung – Maraknya kasus penipuan digital membuat pengguna smartphone harus lebih waspada. Fenomena peretasan ponsel dari jarak jauh kini semakin canggih dan sulit terdeteksi.
Terdapat beberapa tanda yang menunjukkan bahwa sebuah ponsel telah terinfeksi malware atau diretas.
Tanda pertama adalah ponsel menjadi panas secara tidak wajar.
Indikator kedua adalah munculnya suara-suara aneh saat melakukan panggilan telepon biasa. Suara tersebut berbeda dengan noise sinyal yang buruk.
Baterai yang tiba-tiba cepat habis menjadi tanda ketiga. Jika biasanya baterai bertahan 6 jam, mendadak hanya bertahan 3 jam dengan pemakaian normal.
Tanda keempat adalah munculnya SMS berisi kode OTP secara tiba-tiba tanpa ada transaksi. Ini merupakan indikasi kuat dengan tingkat kemungkinan mencapai 90%.
Kesulitan mematikan ponsel menjadi tanda kelima. Perangkat seolah menolak untuk dimatikan saat tombol power ditekan.
Indikator keenam adalah tampilan website yang tidak normal. Biasanya berupa halaman login palsu yang mirip dengan aslinya.
Tanda ketujuh berupa glitch atau tampilan layar yang tidak normal. Kadang terlihat seperti ada yang bergerak-gerak di layar.
Performa ponsel yang melambat secara tidak wajar menjadi tanda kedelapan. Bahkan ponsel dengan prosesor tinggi bisa mengalami perlambatan.
Munculnya notifikasi atau iklan aneh menjadi tanda kesembilan. Biasanya muncul setelah menginstal aplikasi mencurigakan.
Indikator kesepuluh adalah LED atau notifikasi yang menyala tanpa sebab.
Tanda kesebelas bisa dicek melalui kode MMI dengan menekan *#21# atau *#67#. Jika muncul status "forwarded", berarti ada pengalihan panggilan atau SMS.
Jika menemukan lebih dari tiga tanda di atas, pengguna disarankan untuk segera mengambil tindakan pengamanan.
Langkah pertama adalah mengaktifkan mode pesawat dan menghapus aplikasi mencurigakan. Ini efektif jika infeksi baru terjadi.
Pengecekan dan penghapusan izin aplikasi di pengaturan browser juga penting dilakukan. Terutama izin kamera dan lokasi.
Pengguna juga disarankan mengganti password internet banking dan kartu ATM dari perangkat yang aman.
Solusi terakhir adalah melakukan factory reset atau kembali ke pengaturan pabrik.
Untuk pencegahan, penting untuk berhati-hati dengan tautan mencurigakan. Perhatikan format URL dan pengirimnya.