Pemerintah Pusat Puji Jawa Barat Berhasil Turunkan Angka Stunting

Apel siaga tim pendampin di Subang
Sumber :

BANDUNG – Pemerintah pusat memuji keberhasilan Jawa Barat dalam menurunkan angka dengan kondisi gagal tumbuh (stunting). Jumlah stunting di provinsi yang berbatasan dengan Jakarta ini sudah berada di bawah angka nasional.

Prakiraan Cuaca Wilayah Jawa Barat Hari Ini, Selasa 14 Mei 2024

Demikian disampaikan Kepala Kantor Staf Presiden, Jenderal (Purn) Moeldoko saat menghadiri apel siaga tim pendamping keluarga, di Kabupaten Subang, pada Kamis, 12 Mei 2022.

Dijelaskan Moeldoko, Presiden Joko Widodo menargetkan pada 2024 mendatang jumlah stunting di Indonesia tinggal 14 persen. Sedangkan Jawa Barat malah berhasil di angka 13 persen.

Update Informasi Ancaman Gelombang Air Laut Wilayah Jawa Barat Hari Ini, Selasa 14 Mei 2024

"Di Jawa Barat sudah 13 persen, sudah di bawah target nasional," ujarnya.

Oleh karena itu, Moeldoko meminta pemerintah daerah lainnya menjadikan Jawa Barat sebagai acuan dalam menurunkan jumlah stunting.

Presiden Jokowi Tanda Tangani Aturan Baru Soal BPJS, Begini Isinya

"Jawa Barat sudah berhasil, sudah mendahului nasional. Pemerintah daerah supaya melihat Jawa Barat sebagai benchmarking, sebagai upaya untuk memperbaiki stunting apabila daerah-daerah lain belum sesuai," katanya.

Lebih lanjut, Moeldoko memastikan pemerintah pusat menjadikan penurunan stunting sebagai program strategis nasional. Kehadiran dirinya di Subang pun, tambah Moeldoko, untuk memastikan upaya-upaya yang diambil tepat sasaran dan berhasil mengurangi jumlah anak dengan kondisi gagal tumbuh.

"Saya hadir untuk mengawal dan memastikan program strategis nasional ini bisa berjalan dengan baik. Antistunting adalah program strategis nasional, harus dikawal," katanya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjelaskan, pihaknya melakukan berbagai cara untuk menekan jumlah stunting. Salah satunya dengan menerbitkan peraturan gubernur tentang percepatan penurunan stunting.

"Kita serius. Sebelum perpres Pak Jokowi lahir, pergub sudah mendahului. Setahun sebelumnya terbit pergub percepatan penurunan stunting," ujarnya seraya memastikan upaya pencegahan dilakukan sejak orangtua memulai pernikahan.

Menurut Emil, stunting terjadi karena beberapa hal seperti minimnya sarana kesehatan, kurang baiknya sanitasi di rumah, pola asuh yang buruk, dan gizi buruk. "Kami punya ojek makanan balita (omaba), ini salah satu upaya yang bisa mencegah," katanya.

Melalui omaba, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengirimkan makanan bergizi untuk dikonsumsi anak. "Kami juga punya strategi yang sangat berbasis data. Daerah mana kita jadikan target pencegahan stunting. Apakah ibunya, anaknya. Lalu berbasis rentang usia. 1000 hari pertama jadi rawan," katanya.

Emil pun memastikan pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat memberi perhatian penuh dalam penanganan stunting ini. "Seperti di Subang, pemdanya memberi 253 motor untuk pendampingan masyarakat. Ini bentuk dukungan dari pemerintah daerah," ujarnya.(aga)