Niat Puasa Qadha Ramadan dan Tata Cara Mengerjakannya

Ilustrasi berbuka puasa
Sumber :
  • Pinterest

VIVA Bandung – Bagi umat Islam yang tidak dapat menjalankan puasa Ramadan karena alasan tertentu, seperti sakit, haid, atau bepergian jauh, diwajibkan untuk menggantinya di lain waktu.

img_title Keutamaan Bulan Syawal dan Amalan Sunnah untuk Meraih Berkah

Puasa pengganti ini disebut dengan puasa qadha. Agar ibadah ini sah dan diterima oleh Allah, puasa qadha harus dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai dengan tuntunan syariat

Mengganti puasa Ramadan adalah kewajiban bagi mereka yang meninggalkannya dengan alasan syar'i.

img_title 4 Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Syawal

Niat adalah syarat sah dalam menjalankan ibadah puasa. Dikutip dari NU Online, dalam hadis Rasulullah SAW disebutkan:

"Barang siapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya." (HR. Abu Daud, No. 2454, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Irwa’ Al-Ghalil, No. 914)

img_title Muslim Wajib Tahu! Begini Cara Mudah Bayar Fidyah dan Qadha Puasa yang Benar

Ilustrasi Puasa Ramadan

Photo :
  • Pinterest

Karena itu, niat qadha puasa harus dilakukan sebelum fajar. Berikut adalah niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an qadaa'i fardhi syahri Ramadhana lillahi tata'al

Artinya:

"Saya berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Subhanahu Ta'ala."

Niat ini cukup diucapkan dalam hati tanpa harus dilafalkan secara lisan, karena niat adalah bagian dari keyakinan dalam hati.

Tata Cara Melaksanakan Ganti Puasa Ramadan

Secara umum, cara meng-qadha puasa Ramadan sama seperti puasa wajib di bulan Ramadan.

Pertama, niat harus ditetapkan sebelum waktu fajar.

Kedua, makan sahur dianjurkan meskipun tidak wajib, sebagaimana hadis Rasulullah SAW: "Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat berkah." (HR. Bukhari & Muslim)

Ketiga, menahan diri dari hal yang membatalkan puasa. Yakni mulai dari fajar hingga matahari terbenam, wajib menahan diri dari makan, minum, serta hubungan suami-istri.

Keempat, segera berbuka saat matahari terbenam, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Manusia akan selalu berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka." (HR. Bukhari & Muslim)

Kelima, melakukan amalan sunnah yang dianjurkan dan memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Quran, berzikir dan bersedekah.