Megawati Cetak Banyak Poin, Tapi Red Sparks Kalah: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
VIVA Bandung – Media sosial tengah ramai dengan perbincangan Msgawati Hangestri, pemain voli asal Indonesia gagal meraih kemenangan di laga terakhir putaran ke enam Liga Voli Korea 2024-2025.
Tim Megawati, Jung Kwan Jang Red Sparks harus mengakui keunggulan Korea Expressway Corporation Hi-Pass meski bermain di kandang sendiri. Mereka kalah dengan skor tipis 2-3.
Kekalahan ini membuat Red Sparks harus puas finis di peringkat ketiga klasemen akhir dengan selisih dua poin dari Hyundai Hillstate.
Dengan hasil ini, mereka harus menghadapi Hillstate di babak playoff yang akan digelar di Suwon, markas lawan.
Kegagalan ini pun memicu beragam reaksi dari para penggemar voli Korea yang menyoroti permainan Megawati Hangestri.
Megawati Hangestri Pertiwi
Dalam pertandingan ini, Megawati tampil luar biasa dengan mencetak 38 poin meskipun hanya bermain empat set.
Dengan persentase keberhasilan serangan mencapai 64,3 persen, ia menjadi motor serangan utama bagi Red Sparks.
Namun, performa apiknya belum cukup untuk mengamankan kemenangan.
Sementara itu, Jeon Da-bin yang juga diharapkan bisa memberikan kontribusi lebih, hanya mampu mencetak 10 poin dari 23 percobaan.
Dari kubu lawan, Merelin Nikolova menjadi pemain paling produktif dengan 23 poin.
Diikuti Kim Se-bin dengan 17 poin, Thanacha Sooksod dengan 13 poin, serta Kang So-hwi yang menyumbang 10 poin.
Tim Hi-Pass tampil solid dengan strategi yang mampu meredam serangan Red Sparks, terutama dari Megawati Hangestri. Kekalahan ini memicu perdebatan di kalangan penggemar.
Beberapa fans menilai bahwa Megawati terlalu diandalkan dalam setiap pertandingan, sementara sebagian lain menyoroti kelemahannya.
Terutama saat menghadapi tim dengan blok tinggi seperti Pink Spiders.
Mereka mengingatkan bahwa dalam laga sebelumnya, Megawati sempat diblokir sebanyak 10 kali dalam satu pertandingan oleh Pink Spiders, yang memiliki pemain bertubuh tinggi.
Selain itu, spekulasi mengenai masa depan Megawati mulai mencuat. Beberapa laporan menyebutkan bahwa ia mendapat tawaran dari klub Eropa.
Sementara penggemar Red Sparks khawatir jika kepergiannya akan semakin melemahkan tim.
Ada juga yang membandingkan gajinya dengan pemain lain, menyebutkan bahwa gajinya masih jauh di bawah Lee So-young, salah satu bintang voli Korea.