Susah dan Sakit saat Berhubunan Seks? Waspada Vaginismus
- Times of India
- Adanya infeksi, seperti infeksi saluran kemih atau jamur
- Kondisi kesehatan, seperti kanker atau lichen sclerosis
- Persalinan
- Menopause
- Riwayat operasi panggul
- Kurangnya pemanasan sebelum bercinta
- Lubrikasi vagina yang tidak mencukupi
- Efek samping obat
Gejala Vaginismus
Gejala vaginismus pada setiap wanita tidaklah sama, tergantung tingkat keparahannya. Umumnya gejala vaginismus berupa rasa sakit saat bercinta, rasa sakit saat memasang tampon, dan kesulitan bernapas.
Berikut beberapa gejala vaginismus:
- Hubungan seksual yang menyakitkan (dispareunia), disertai dengan rasa sesak dan nyeri seperti sensasi terbakar
- Kesulitan memasukkan penetrasi
- Nyeri seksual jangka panjang tanpa penyebab yang jelas
- Rasa sakit saat memasukkan tampon
- Kejang otot atau mengalami kesulitan bernapas saat mencoba hubungan seksual.
Vaginismus tidak mencegah wanita untuk tidak terangsang secara seksual. Tapi, kondisi ini dapat terjadi karena wanita merasa cemas saat hendak bercinta, sehingga mencoba untuk menghindari seks atau penetrasi vagina.
Namun, bukan para wanita yang mengidap vaginismus tidak bisa hamil. Memang, vaginismuss bisa menjadi salah satu penyebab wanita susah hamil. Namun, bukan berarti wanita dengan kondisi ini tidak bisa hamil sama sekali apalagi tidak bisa punya anak. Faktanya, masih ada kemungkinan untuk hamil, misalnya dengan prosedur rekayasa IVF atau bayi tabung.Â
Vaginismus sama sekali tidak memengaruhi tingkat kesuburan, hasrat seksual, serta kondisi organ reproduksi wanita. Jadi, kehamilan masih sangat mungkin terjadi karena kondisi ini tidak menyebabkan vagina menutup.Â
Cara Mengobati Vaginismus
Hingga kini, penyebab pasti vaginismus masih belum diketahui, meski telah lama diteliti. Meski begitu, ada beberapa cara penanganan yang bisa dilakukan untuk mengatasinya dan meningkatkan peluang kehamilan. Salah satu cara terapi yang bisa dilakukan adalah konseling seks. Diskusikan dengan pasangan terkait hal ini dan cobalah untuk mulai menemui tenaga ahli untuk membicarakan seputar vaginismus.Â
Kamu dan pasangan bisa menemui dokter kandungan untuk terlebih dahulu memastikan kondisi fisik, baru setelah itu sesi konseling dengan psikolog bisa menjadi pertimbangan.Â
Biasanya hal ini dilakukan jika vaginismus muncul karena ada rasa takut terhadap hubungan intim, atau pernah mengalami trauma dan kekerasan yang menyebabkan wanita kesulitan untuk menerima penetrasi. (dra)