Warga Bandung Waspada ISPA dan Diare Ancam di Musim Pancaroba

Ilustrasi Cegah Penyakit di Musim Pancaroba
Sumber :
  • pixabay

BANDUNG - Memasuki musim kemarau basah di bulan Juli, warga Kota Bandung diimbau waspada dengan beragam penyakit akibat virus yang kerap menyerang. Di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare.

Seni Lukis di Bandung Metode Perkuat Nilai Budaya Sejak Dini

Beberapa penyakit yang termasuk ISPA di antaranya asma, flu, pilek, sinusitis, tonsilitis, faringitis, bronkitis, dan bronkiolitis.

"Kalau suhu dingin, virus lebih cepat berkembang biak. Makanya penyakit-penyakit yang dikarenakan virus itu jadi meningkat, seperti ISPA dan diare," ujar Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dr. Intan Annisa Fatmawaty, Sabtu 9 Juli 2022.

Museum Sri Baduga, Edukasi Sejarah Budaya Sunda

Pada kondisi suhu udara turun, sistem imun biasanya menurun. Kemudian, pembuluh darah pun menyempit sebagai untuk mempertahankan suhu di organ-organ tubuh lainnya.

"Ketika pancaroba mulai berubah jadi musim kemarau yang hangat, orang-orang sudah mulai keluar buat jalan-jalan. Dari sana penyebaran penyakit terjadi," katanya.

The Script Bakal Gemuruhkan Malam Akhir Pekan Bandung

Selain itu, infeksi mata merah yang disebabkan virus juga kerap terjadi saat musim pancaroba. Untuk memproteksi diri dari penyebaran virus di masa pancaroba, Intan mengimbau agar masyarakat menjaga protokol kesehatan, konsumsi makanan bergizi, perbanyak aktivitas fisik, dan istirahat yang cukup.

"Makanan bergizi bisa membuat kekebalan daya tahan tubuh terbentuk. Konsumsi vitamin dan minum air putih minimal 2 liter sehari. Kalau tidak ada keperluan mendesak baiknya tetap diam di rumah saja," katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title