Peran Ayah Yang Membantu Anak Lebih Cerdas dan Percaya Diri
VIVABandung – Peran ayah dalam pengasuhan anak seringkali dipandang sebelah mata. Padahal, keterlibatan aktif seorang ayah membawa dampak positif bagi tumbuh kembang anak.
Bonding antara ayah dan anak perlu dibangun sejak dini. Hal ini bisa dimulai dari momen-momen sederhana dalam keseharian.
Psikolog Klinis, Ratih Ibrahim, M.M., menegaskan bahwa kualitas waktu bersama lebih penting daripada kuantitas.
"Yang terpenting adalah kehadiran 100% saat bersama anak," ujar Ratih Ibrahim.
Ayah Bermain dengan Anak
Ketika ayah terlibat dalam pengasuhan, anak merasa lebih aman secara emosional. Mereka tahu bahwa mereka memiliki dua sosok yang bisa diandalkan.
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dengan ayah yang terlibat aktif memiliki perkembangan kognitif yang lebih baik. Prestasi akademik mereka pun cenderung lebih tinggi.
"Saat ayah terlibat dalam tugas sehari-hari seperti mengganti popok atau memandikan anak, ikatan emosional yang terbentuk menjadi lebih kuat," jelas Ratih Ibrahim.
Menariknya, keterlibatan ayah juga mempengaruhi kemampuan regulasi diri anak. Mereka lebih mampu mengendalikan emosi dan perilaku mereka.
Bagi para ibu, penting untuk memberi ruang bagi suami dalam pengasuhan anak. Jangan langsung mengambil alih ketika ayah sedang berusaha.
Ayah bisa mulai dengan hal-hal sederhana seperti membacakan dongeng sebelum tidur. Aktivitas ini membangun kedekatan sekaligus merangsang minat baca anak.
Bermain bersama juga menjadi momen berharga untuk membangun bonding. Pilih aktivitas yang melibatkan interaksi langsung.
Para ayah sebaiknya memanfaatkan waktu di rumah dengan optimal. Matikan gadget dan fokus pada interaksi dengan anak.
Apresiasi menjadi kunci penting dalam membangun hubungan ayah-anak. Berikan pujian tulus atas usaha anak, sekecil apapun itu.
Menurut Ratih Ibrahim, anak yang dekat dengan ayahnya memiliki tingkat kepercayaan diri lebih tinggi. Mereka juga lebih mudah bersosialisasi.
Keterlibatan ayah tidak harus sempurna. Yang terpenting adalah konsistensi dan ketulusan dalam memberikan perhatian.
Ratih Ibrahim menekankan pentingnya komunikasi terbuka.
"Biarkan anak tahu bahwa mereka bisa berbagi apa saja dengan ayahnya."
Quality time bisa dilakukan melalui berbagai aktivitas. Mulai dari olahraga bersama hingga mengerjakan PR.