Anda Malas Sahur? Jangan, Ini Hikmahnya

Kata-kata permohonan maaf menjelang ramadan
Sumber :
  • viva.co.id

Bandung – Alhamdulillah, bulan suci Ramadan telah tiba. Ini saatnya ummat islam menambah ibadah, sebab di bulan suci ini pahala dari setiap ibadah dilipat gandakan.

img_title IPI Jabar Dorong Pesantren Jadi Pelopor Pelestarian Alam

Puasa bagi ummat islam tentu biasanya didahului dengan sahur, sebuah aktivitas mengkonsumsi sesuatu baik makanan ataupun minuman untuk menghadapi puasa selama sehari. Puasa, diakhiri dengan berbuka pada saat maghrib tiba.

Waktu sahur adalah saat dimana banyak orang sedang tidur. Sebelum subuh atau sebelum terbitnya fajar shodiq. Tentu di waktu tersebut, banyak dari kita merasa malas untuk bangun untuk mengkonsumsi sesuatu.

img_title Kapan Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa Ramadan? Ahli Kesehatan Ungkap Rahasia Agar Tetap Fit dan Aman

Namun, jangan biarkan rasa malas tersebut. Sebab, di balik sahur terdapat hikmah yang luar biasa. Hal itu, disabdakan oleh Rasulullah SAW.

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَصُومَ فَلْيَتَسَحَّرْ بِشَىْءٍ

img_title Kejar Berkah Ramadan! Bobotoh Diajak Persib Bandung Berdonasi di 10 Hari Terakhir

Artinya: "Barangsiapa ingin berpuasa, maka hendaklah dia bersahur," (HR Ahmad).

Bahkan, Rasulullah SAW menganjurkan sahur meski hanya dengan seteguk air. Disamping itu, Imam Nawawi mengatakan bahwa makan sahur akan membantu orang yang berpuasa agar kuat menjalaninya.

Bukan tanpa alasan Rasulullah menganjurkan sahur bagi ummatnya yang hendak melakukan ibadah puasa, disamping mengatur teraturnya makan, ternyata terkandung hikmah luar biasa di balik sahur.

Berikut hikmah sahur yang disabdakan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

1. Makan sahur mengandung keberkahan

Anas bin Malik RA berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

Artinya: "Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah." (HR Bukhari).

2. Malaikat bersalawat atas orang bersahur

Hadits ini dinukil dari Abu Sa'id Al Khudri RA yang menyebut bahwa Rasulullah SAW pernah berkata, Allah SWT dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur,

السُّحُورُ أَكْلَةٌ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

Artinya: "Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur (makan sahur)," (HR Ahmad).

3. Pembeda puasa orang Islam dengan Yahudi dan Nasrani

Hadits keutamaan sahur selanjutnya diriwayatkan oleh Amr bin 'Ash RA. Ia menceritakan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi,

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

Artinya: "Sesungguhnya perbedaan antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur." (HR Muslim).

Halaman Selanjutnya
img_title