Dukungan ke Uyghur Bermunculan, Organisasi HUPI dan PD IPA Medan Inisiasi Demo Skala Besar
- Istimewa
Di Medan, Ketua umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PD IPA Medan), Irham Tajhi mengatakan bahwa telah terjadi pelanggaran hukum berat yang harus diusut tuntas oleh masyarakat dunia internasional.
"Di sana perempuan-perempuan disiksa bahkan dicabuli dan juga dipisahkan dari keluarganya dengan upaya genosida yang sangat sistematis, terstruktur dan masif", tutur Irham dengan membara saat berorasi.
Sementara itu, Koordinator aksi Sultonul hafidz mengatakan, rezim penguasa China sedang melakukan propaganda agar masyarakat dunia diam dan mengabaikan kejahatan demi kejahatan kemanusiaan yang telah China lakukan.
"Propaganda yang dilakukan oleh China, akses informasi dan investigasi dunia internasional pun mendapat kendala yang sangat berat untuk menuntaskan masalah ini. Sementara data, fakta dan temuan yang dilaporkan telah cukup kuat disimpulkan bahwasanya ini adalah genosida budaya", ujarnya.
Hafidz berharap agar masyarakat terus berupaya mendorong pemerintah dan mendesak China untuk menghentikan genosida terhadap saudara Muslim Uyghur dan minoritas muslim lainnya yang ada di kawasan wilayah otonom Xinjiang, China.
Ratusan massa aksi di depan Kedutaan Besar China, Kuningan, Jakarta
- Istimewa
"Saya harap masyarakat mampu mendorong pemerintah. Dan pemerintah berani bersikap tegas untuk menyuarakan pembelaan saudara kita sesuai dengan amanat undang-undang dan Pancasila" pungkas Hafidz.