DPD dan DPR RI Perlu Bahas Usulan Evaluasi Pilkada Langsung secara Komprehensif

Ruang Rapat DPD dan DPR RI
Sumber :
  • VIVA.co.id

VIVA Bandung – Jaringan Aktivis Nusanta (JAN) melalui Ketuanya, Romadhon Jasn, menyerukan agar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI segera membahas secara komprehensif usulan Presiden Prabowo Subianto mengenai evaluasi pilkada langsung. Romadhon menekankan bahwa usulan ini bukan langkah mundur, melainkan evaluasi penting untuk memperbaiki sistem demokrasi yang selama ini menimbulkan sejumlah persoalan di lapangan.

img_title Sah Diproses Komisi X DPR! Ini Update Naturalisasi Timnas Oktober 2026

Menurut Romadhon, pembahasan usulan ini harus melibatkan semua pihak, termasuk mahasiswa, buruh, aktivis, dan masyarakat luas.

“Presiden Prabowo mengedepankan semangat demokrasi dengan mengajak semua elemen masyarakat untuk duduk bersama dan mendiskusikan usulan ini secara utuh dan detail. Ini bukan soal memaksakan kehendak, tetapi menawarkan kesempatan untuk refleksi kolektif,” ujarnya, Sabtu (14/12/2024).

img_title Bulog Kejar 3 Juta Ton dengan Rp 16,6 T, Petani Berharap Besar

Kenapa Evaluasi Pilkada Langsung Penting?

Romadhon menjelaskan bahwa pilkada langsung, meski memiliki sejumlah kelebihan, juga melahirkan tantangan besar. Beberapa persoalan yang kerap mencuat di antaranya:

img_title KMP Reformasi Dukung UMKM Jadi Pilar Astacita Prabowo

 1. Biaya politik yang tinggi: Banyak kandidat menghabiskan dana besar selama pilkada, yang sering kali mendorong mereka melakukan korupsi untuk mengembalikan modal.

 2. Maraknya politik uang: Praktik transaksional ini mencederai semangat demokrasi dan membuat pemimpin yang terpilih tidak sepenuhnya berpihak kepada rakyat.

 3. Konflik sosial: Pilkada langsung sering kali memicu konflik horizontal di masyarakat.

 4. Efisiensi tata kelola: Sistem yang ada saat ini dinilai kurang efisien dan memakan waktu panjang.

“Presiden Prabowo ingin mengajak kita semua merenungkan, apakah sistem ini sudah optimal? Ataukah ada format yang lebih baik untuk memastikan pemimpin yang terpilih adalah mereka yang benar-benar berintegritas dan berpihak pada rakyat?” kata Romadhon.

DPD dan DPR Harus Berkolaborasi

JAN mendorong agar DPD dan DPR menjadikan usulan evaluasi ini sebagai prioritas pembahasan di parlemen. Menurut Romadhon, kedua lembaga legislatif tersebut memiliki peran strategis untuk memastikan kajian terhadap sistem pilkada langsung dilakukan secara mendalam dan transparan.

“DPD RI memiliki mandat untuk memperjuangkan kepentingan daerah, sedangkan DPR RI bertugas menyusun undang-undang. Sinergi kedua lembaga ini akan sangat penting untuk mencari solusi terbaik atas kelemahan yang ada,” tambahnya.

Halaman Selanjutnya
img_title