Mengenal Lebih Dekat Diabetes Melitus pada Anak
Gejala Diabetes Melitus pada anak mirip dengan orang dewasa. Mereka akan sering makan, minum, dan buang air kecil, terutama mengompol di malam hari.
Meski makan banyak, berat badan anak dengan Diabetes Melitus justru bisa menurun. Hal ini terjadi karena gula tidak dapat dimetabolisme dengan baik dalam sel tubuh.
Ilustrasi Diabetes Melitus pada Anak
Screening Diabetes Melitus perlu dilakukan sejak dini, terutama pada bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes gestasional. Pemeriksaan ini penting untuk deteksi awal dan penanganan yang tepat.
Usia remaja, terutama masa pubertas, merupakan periode dengan risiko tinggi terkena Diabetes Melitus. Pola makan dan aktivitas fisik pada masa ini perlu mendapat perhatian khusus.
Pencegahan Diabetes Melitus dapat dilakukan dengan mengontrol berat badan anak. Obesitas merupakan faktor risiko yang signifikan untuk berkembangnya Diabetes Melitus tipe 2.