Kenapa Sayuran Disarankan Jangan Digoreng? Ini Alasannya
- Pixabay
VIVA Bandung – Menggoreng sayuran memang seringkali membuat rasanya lebih lezat dan teksturnya lebih renyah.
Namun, para ahli gizi menyarankan agar kita tidak terlalu sering menggoreng sayuran.
Pasalnya, saat sayuran digoreng banyak zat gizi, seperti vitamin dan mineral yang rusak dalam sayuran, berkurang, bahkan hilang.
Terlebih, deep fried memiliki risiko lebih banyak daripada menumis, karena merendam sayuran dalam minyak panas akan menambah kalori lebih banyak daripada menumis.
Selain itu, risiko kerusakan nutrisi deep fried lebih tinggi daripada menumis. Berikut ini beberapa hal yang terjadi jika sayuran digoreng.
Ilsutrasi sayuran mentah
- pixabay
1. Bisa Menyerap Banyak Lemak
Menggoreng dengan cara deep frying akan membuat bahan makanan jadi lebih banyak menyerap minyak.
Hal tersebut termasuk saat menggoreng sayuran akan lebih banyak lemak yang terserap dalam sayuran yang secara alami seharusnya rendah lemak.
Peningkatan kadar lemak dari makanan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker, dan hipertensi.
2. Merusak Mandungan Vitamin dan Mineral
Menggoreng dengan metode deep frying juga merusak kandungan vitamin dan mineral dalam bahan makanan.
Kandungan vitamin dan mineral dalam sayuran bisa berkurang akibat kerusakan yang ditimbulkan setelah dipanaskan.
Vitamin E akan menghilang ketika sayuran digoreng, begitu juga dengan beta-karoten dan vitamin A yang kadarnya akan berkurang jauh.
Kekurangan vitamin A telah dikaitkan pada penurunan fungsi mata, kulit, kesuburan, dan peningkatan risiko infeksi saluran pernapasan.
3. Terjadi Perubahan Kimiawi yang Berbahaya
Ketika sayuran digoreng terlalu lama, suhu minyak yang tinggi akan menimbulkan berbagai perubahan struktur kimiawi, baik dari minyak maupun kandungan dalam sayuran.
Penggunaan minyak goreng berulang (minyak jelantah) bahkan dapat merusak antioksidan pada sayuran yang Anda goreng. Selain itu, menggoreng membuat struktur lemak dalam minyak berubah menjadi lemak trans.
Lemak trans yang dikonsumsi berlebihan dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit, seperti kolesterol tinggi, hipertensi, stroke, penyakit jantung, dan diabetes tipe 2.