Bahaya Tersembunyi Insomnia dan 5 Langkah Pencegahan yang Efektif!
VIVABandung – Insomnia adalah kondisi yang lebih berbahaya dari yang kebanyakan orang pikirkan.
Banyak yang menganggap kurang tidur hanya masalah sepele, padahal dampaknya bisa sangat serius bagi kesehatan jangka panjang.
Menurut dr. Haekal Anshari, M. Biomed, "Insomnia adalah gangguan yang membuat penderitanya sulit tidur atau tidak cukup tidur meskipun terdapat waktu untuk melakukannya."
Waktu tidur dan kualitasnya memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan secara keseluruhan. Tubuh manusia dirancang untuk memiliki pola tidur teratur.
Ketika pola ini terganggu, berbagai sistem dalam tubuh mulai mengalami disfungsi. Hal inilah yang membuat insomnia menjadi masalah serius.
"Tidur yang terlampau lama atau terlalu singkat akan dapat mempengaruhi kondisi fisik dan mental kita, Kita membutuhkan delapan jam tidur sehari untuk dapat menunjang tubuh kita tetap fit," jelas dr. Haekal.
dr. Haekal mengklasifikasikan insomnia menjadi dua jenis utama.
Insomnia
Jenis pertama adalah insomnia primer, yaitu gangguan tidur yang tidak terkait dengan kondisi medis lain.
Jenis kedua adalah insomnia sekunder, yaitu gangguan tidur yang muncul sebagai efek samping dari kondisi lain.
Beberapa pemicu insomnia sekunder antara lain penyakit asam lambung, asma, radang sendi, dan depresi.
Faktor gaya hidup juga berperan penting. Konsumsi minuman beralkohol atau berkafein secara berlebihan sering menjadi penyebab gangguan tidur yang tidak disadari.
Dari segi durasi, insomnia dapat bersifat akut atau kronis.
"Insomnia akut berlangsung satu malam hingga beberapa minggu, sedangkan insomnia kronis berlangsung tiga malam dalam 1 minggu dan bisa berlangsung hingga selama tiga bulan atau lebih," ungkap dr. Haekal.
Gejala utama insomnia mudah dikenali yaitu sulit memulai tidur, sering terbangun di malam hari, atau bangun terlalu pagi. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa gejala-gejala ini perlu ditangani serius.
Komplikasi yang dapat timbul akibat insomnia berkepanjangan sangat beragam. Mulai dari kelelahan kronis, gangguan konsentrasi, hingga penurunan daya ingat yang signifikan.
Yang sering terabaikan adalah dampaknya terhadap kehidupan sosial. Insomnia dapat menurunkan gairah seksual dan secara keseluruhan menurunkan kualitas hidup seseorang.