Waspada, Bisul Bisa Mengakibatkan Meningitis
- U-Report
Proses Terjadinya Bisul
Infeksi kulit umumnya sangat umum, tetapi kebanyakan disebabkan oleh hal lain. Hanya sekitar 3 dari 100 orang yang pergi ke dokter dengan infeksi kulit mengalami bisul. Bisul berkembang dalam beberapa jam atau hari.
Setelah nanah keluar dari benjolan merah dan bengkak setelah beberapa hari – baik dengan sendirinya atau setelah perawatan – bisul akan sembuh dalam beberapa minggu. Bekas luka kecil tertinggal. Terkadang bisul sembuh tanpa keluar nanah. Nanah kemudian dipecah oleh tubuh.
Efek Bisul
Jika kamu meremas bisul atau menggaruknya, bakteri mungkin menyebar di dalam tubuh di sepanjang pembuluh darah atau getah bening. Jika, misalnya, kamu dapat melihat garis merah yang menjauh dari bisul, itu berarti infeksi bergerak di sepanjang pembuluh getah bening (limfangitis). Kelenjar getah bening di daerah yang terkena juga bisa meradang dan sakit (limfadenitis).
Orang terkadang berpikir bahwa garis merah yang disebabkan oleh limfangitis adalah tanda keracunan darah (sepsis). Tetapi komplikasi yang sangat jarang dan parah ini hanya berkembang jika banyak bakteri masuk ke dalam darah sekaligus dan dengan cepat menyebar ke seluruh tubuh.
Jika bisul terjadi di wajah – terutama di sekitar hidung dan area bibir atas – ada risiko tertentu bahwa bakteri mungkin masuk ke otak, di mana mereka dapat menyebabkan meningitis atau pembekuan darah yang mengancam jiwa di pembuluh darah besar yang disebut vena serebral trombosis sinus, atau CVST.
Terutama pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah, bisul dapat terus muncul kembali atau terjadi di beberapa tempat berbeda pada waktu yang bersamaan. Dokter menyebut ini furunculosis.
Jika beberapa bisul berkembang di folikel rambut dan bergabung menjadi area infeksi yang lebih besar di bawah kulit, itu disebut carbuncle. Carbuncle sering terjadi di bagian belakang leher, dan masuk lebih dalam ke jaringan daripada bisul.
Diagnosa
Dokter biasanya mengenali bisul berdasarkan penampilan khasnya dan deskripsi gejalanya. Prosedur diagnostik lebih lanjut seperti tes darah atau usap nanah hanya diperlukan jika seseorang sering mengalami bisul, memiliki beberapa bisul sekaligus, atau dianggap berisiko tinggi mengalami komplikasi.