Mengenal Usus Buntu, Berikut Penyebabnya

Ilustrasi usus buntu
Sumber :
  • wikimedia

Pada kasus usus buntu kronis, gejalanya mungkin relatif ringan dan diperkirakan biasanya terjadi setelah kasus usus buntu akut. Gejala dapat hilang sebelum muncul kembali selama beberapa minggu, bulan, atau bahkan bertahun-tahun.

img_title Waspada! Stunting Bisa Ganggu Perkembangan Otak Anak, Ini Hal yang Harus Orang Tua Tau

Apendisitis jenis ini dapat menjadi tantangan untuk didiagnosis. Terkadang tidak terdiagnosis sampai berkembang menjadi radang usus buntu akut. Apendisitis kronis bisa berbahaya.

Penyebab Usus Buntu

img_title Alergi Anak Bisa Berbahaya, Ini yang Perlu Diketahui Orangtua

Ada banyak masalah yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan usu buntu, berikut ini penyebab usus buntu yang dikutip dari Everyday Health:

- Apendikolit atau fekalit, yang merupakan endapan tinja yang terkalsifikasi juga. dikenal sebagai “batu usus buntu” (ini lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa).

img_title Rekomendasi 4 Resep Menu Sarapan Pagi yang Simpel Bermanfaat bagi Kesehatan Tubuh

- Cacing usus atau parasit, termasuk cacing kremi (Enterobius vermicularis)

- Iritasi dan borok pada saluran gastrointestinal (GI) akibat gangguan jangka panjang, seperti penyakit Crohn atau kolitis ulserativa.

- Cedera atau trauma perut.

Pembesaran jaringan limfa pada dinding apendiks, yang biasanya disebabkan oleh infeksi pada saluran GI.

- Tumor jinak atau ganas.

- Berbagai benda asing, seperti batu, dan lain-lain.

Terkadang radang usus buntu disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur yang telah menyebar ke usus buntu. Kemungkinan penyebab infeksi tidak terbatas pada:

- E. coli, yaitu bakteri yang terdapat di lingkungan, makanan, dan usus hewan. Sebagian besar galur E. coli tidak berbahaya, tetapi yang lain dapat menyebabkan penyakit.

- Bakteri Pseudomonas, yang ditemukan di tanah dan air serta area lembab seperti wastafel dan toilet. Bacteroides, bakteri yang sudah menghuni saluran pencernaan manusia.

- Adenovirus, virus yang sangat umum menyebar melalui kontak atau melalui udara yang dapat menyebabkan gejala seperti flu serta infeksi kandung kemih dan lainnya.

- Salmonella, bakteri bawaan makanan yang biasanya menyebabkan gangguan gastrointestinal (diare, mual, dan muntah) tetapi dapat menimbulkan komplikasi serius.

- Bakteri Shigella, kuman yang sangat menular dan biasanya mengakibatkan penyakit diare yang biasanya berlangsung tidak lebih dari seminggu.

- Campak, virus yang sangat menular menyebar melalui udara dan kontak. Vaksinasi melindungi sebagian besar populasi, tetapi ada wabah di mana orang yang tidak divaksinasi rentan.

Halaman Selanjutnya
img_title