Begini Cara Pencegahan Obesitas pada Anak
- VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham
1. Porsi Kecil
"Pertama, pastikan memberikan makanan anak dalam porsi kecil sehingga secara psikologis, anak bisa melihat bahwa makanan itu sebetulnya cukup buat dia. Jadi, tidak perlu terlalu banyak," terang Irma.
2. Tampilan Menarik
Kedua, buat tampilan makan menarik, sehingga si Kecil tertarik secara visual. Misalnya dengan plating semenarik mungkin, dan peralatan makan yang lucu
3. Dukung Suasana Makan
Selanjutnya yang tidak kalah penting, ibu ataupun ayah yang mengasuh, perlu bersabar dan menjaga suasana hati selama kegiatan makan agar tidak berkonflik dengan anak.
"Kegiatan makan di usia ini adalah masa yang krusial bagi anak. Secara psikologis, anak butuh kondisi aman dan mendukung supaya bisa menikmati kegiatan makan," ucap Irma.
4. Edukasi Anak
Anak sudah bisa mulai diedukasi mengenai bahan baku makanan sejak dini. Tentu, disesuaikan dengan usia dan kemampuannya. Pada anak yang masih kecil, ibu bisa memperlihatkan bentuk dan warna sayur dan buah yang akan dikonsumsi. Hal ini juga menjadi stimulasi yang sangat baik bagi si kecil untuk mulai mengenal warna, bentuk, ukuran, dan tekstur. Di usia 3 tahun, edukasi bisa lebih kompleks.
"Anak sudah bisa diajak ikut serta kegiatan masak, mencuci sayur, memisahkan bahan makanan, dan aktivitas lain yang berhubungan dengan aktivitas keterampilan motorik," papar Irma.
Hal ini bisa dilakukan sambil mengobrol dengan si kecil mengenai menu, makanan yang dimasak, dan seperti apa rasanya. Biasakan pula untuk sebisa mungkin makan bersama. Selama kegiatan makan, jauhkan anak dari distraksi seperti televisi, gawai, maupun hal-hal lain yang akan menghambat si kecil dalam proses kegiatan makan.
Irma juga mengingatkan pentingnya orangtua mengetahui makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh diberikan kepada anak.
"Misalnya makanan yang memicu alergi pada anak, atau makanan yang belum cocok diberikan ke anak. Perlu konsultasi ke dokter anak atau ahli gizi untuk mendapat informasi lengkap tentang pola hidup sehat yang tepat pada anak karena setiap anak berbeda," pungkasnya.