7 Risiko Hamil di Usia 40 Tahun Ke Atas
- Pixabay
5. Lahir Secara Sectio Caesar
Hamil di usia 40 tahun atau hamil di usia tua di atas 35 tahun dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan yang menyebabkan bayi harus dilahirkan dengan operasi caesar. Salah satu kondisi yang menyebabkannya adalah karena ibu hamil mengalami plasenta privia, yakni ketika plasenta menghalangi jalan lahir leher rahim (serviks).
6. Memiliki Persalinan Berisiko
Hamil di usia 40 tahun akan menyebabkan risiko persalinan yang lebih tinggi. Selain itu, kondisi mental wanita hamil di usia ini dapat meningkatkan risiko komplikasi selama persalinan, seperti induksi persalinan, operasi caesar hingga perdarahan.
7. Mengalami Kehamilan Ektopik
Hamil di usia tua memiliki risiko 4-8 kali lebih besar mengalami kehamilan ektopik dibandingkan dengan kehamilan pada wanita di usia yang lebih muda. Tingginya risiko kondisi ini merupakan akibat dari akumulasi faktor risiko dari waktu ke waktu, seperti radang panggul hingga gangguan tuba falopi.
Apa yang harus dilakukan jika hamil di usia 40 tahun?
Tidak menutup kemungkinan bagi Anda untuk hamil di usia 40 tahun. Namun, alangkah baiknya jika Anda lebih mempersiapkan diri untuk hamil jika usia Anda sudah menginjak angka 40 tahun. Ini bertujuan untuk menjaga kesehatan Anda dan bayi dalam kandungan selama masa kehamilan. Hal pertama yang harus Anda lakukan jika hamil di usia 40 tahun adalah mengubah pola hidup Anda menjadi pola hidup sehat. Ya, menjaga kehamilan dengan baik di usia 40 tahun sangatlah penting. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan:
- Ubah kebiasaan makan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Lakukan olahraga secara teratur.
- Jauhi rokok, minuman berkafein, minuman beralkohol, dan obat-obatan terlarang.
- Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan setiap bulan ke dokter maupun bidan.
- Mendapatkan istirahat yang cukup setiap harinya.
(dra)