Waspada Bagi Anda yang Suka Kol Goreng, Muncul Zat Beracun
- Istimewa
VIVA Bandung – Kol goreng adalah hidangan yang sering kita temui sebagai pelengkap ayam goreng atau pecel lele, ternyata menyimpan potensi bahaya bagi kesehatan.
Di balik teksturnya yang renyah dan rasanya yang gurih, kol goreng dapat menghasilkan zat beracun yang disebut akrilamida.
Akrilamida, senyawa kimia yang terbentuk secara alami dalam makanan bertepung yang diproses dengan suhu tinggi, seperti digoreng, dipanggang, atau dibakar.
Proses ini dikenal sebagai reaksi Maillard, yang memberikan warna cokelat dan rasa yang khas pada makanan.
Kol merupakan sayuran yang mengandung serat, kalium, protein, asam folat, mangan, kalsium, dan magnesium, serta vitamin B6, vitamin C, dan vitamin K. Semua nutrisi tersebut bisa diperoleh jika kol diolah dengan cara yang tepat.
Kol Goreng
- Istimewa
Sayangnya, kol yang digoreng sampai kering justru menghilangkan semua nutrisinya. Proses memasak dengan minyak panas akan memangkas habis nutrisi yang ada di dalam kol.
Dengan kata lain, kol goreng tidak sama lagi seperti kol yang diolah dengan cara ditumis, dikukus, atau direbus. Kol goreng tidak mengandung nutrisi apa pun sehingga kamu tidak akan mendapatkan manfaat apa pun dari konsumsi kol goreng.
Konsumsi kol goreng terlalu banyak justru bisa mengundang beragam bahaya kesehatan berikut ini:
1. Melonjaknya Berat Badan
Makanan yang digoreng, seperti kol goreng, akan menyerap lemak dari minyak. Karena itulah kol goreng tinggi kalori. Belum lagi jika dimakan bersamaan dengan lauk yang digoreng lainnya, seperti ayam, lele, tahu, tempe, dan jeroan. Konsumsi makanan berkalori tinggi seperti ini bisa menyebabkan berat badan melonjak drastis.
Berat badan berlebihan tidak baik untuk kesehatan. Jika terlalu gemuk, kamu akan mengalami kesulitan saat beraktivitas. Selain itu, berat badan yang tidak terkontrol bisa meningkatkan risiko mengalami obesitas.
2. Memicu Serangan Jantung atau Stroke
Seperti penjelasan di atas, mengonsumsi kol goreng secara berlebihan bisa meningkatkan risiko kamu mengalami obesitas. Nah, obesitas merupakan salah satu faktor risiko munculnya penyakit jantung.
Selain itu, banyak makan gorengan bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat atau LDL. Kolesterol jahat bisa memicu pembentukan plak di pembuluh darah. Jika dibiarkan terus menerus, risiko terjadinya serangan jantung atau stroke akan meningkat.