Anak Susah Makan? 6 Cara Jitu Mengatasinya
VIVABandung – Di era digital ini, banyak orangtua millennial menghadapi tantangan ketika anak mulai pilih-pilih makanan. Fenomena ini umumnya muncul saat anak memasuki usia dua tahun.
Pada fase ini, anak mulai mengembangkan kemampuan berbicara sekaligus preferensi terhadap makanan tertentu. Mereka cenderung menolak makanan yang hambar.
Sayur dan buah seringkali menjadi menu yang paling dihindari. Sebaliknya, makanan manis dan gurih justru menjadi favorit mereka.
Psikolog Klinis, Ratih Ibrahim, M.M., memberikan beberapa tips praktis untuk mengatasi masalah ini.
Tips pertama, saat makan bersama anak akan secara natural meniru perilaku makan orangtua dan anggota keluarga lainnya. Ini menjadi momen tepat untuk mengedukasi mereka.
"Kebiasaan makan bersama keluarga sangat penting diterapkan sejak dini," ujar Ratih Ibrahim
Orang tua bisa menjelaskan pentingnya mengkonsumsi sayur dan buah. Penjelasan sebaiknya disampaikan dengan cara yang menyenangkan.
Tips kedua adalah fokus saat makan. Hindari aktivitas lain seperti menonton TV atau bermain gadget ketika sedang makan.
"Dengan fokus makan, anak belajar menghargai makanannya. Mereka juga akan memahami perbedaan waktu makan dan bermain," tambah Ratih Ibrahim.
Anak Makan Teratur
Tip ketiga, porsi makanan juga perlu diperhatikan. Ukuran perut anak setara dengan kepalan tangannya sendiri.
Jangan memaksa anak menghabiskan porsi yang terlalu besar. Ini bisa membuat mereka trauma dan semakin menolak makan.
Tips keempat, variasi makanan dengan warna-warni menarik bisa meningkatkan minat anak. Kreativitas dalam penyajian sangat membantu.
Anak Memilih Sayur
Libatkan anak dalam memilih menu makanan. Tanyakan preferensi mereka dengan tetap memastikan ada sayur, buah, dan lauk seimbang.
Mengajak anak berbelanja bahan makanan juga bisa menjadi aktivitas menyenangkan. Mereka bisa memilih sendiri bahan yang akan dimasak.
Tips kelima, konsistensi jadwal makan sangat penting. Tetapkan waktu sarapan, makan siang, makan malam, dan camilan secara teratur.
Berikan porsi camilan secukupnya. Jangan sampai mengganggu nafsu makan untuk makanan utama.
Tips keenam, apresiasi positif sangat mempengaruhi perilaku anak. Ucapkan terima kasih atau pujian sederhana saat mereka menghabiskan makanan.