Anak Main Gadget? Begini 8 Langkah Penting Cegah Mereka Jadi Korban Hacker
VIVABandung – Di era digital ini, anak-anak menggunakan internet sejak usia dini untuk belajar, bermain, dan bersosialisasi.
Namun, mereka juga menjadi target empuk bagi pelaku kejahatan siber.
Anak-anak cenderung lebih polos dan mudah percaya, sehingga rentan terhadap teknik penyadapan, peretasan, dan penipuan online.
Berikut cara melindungi anak-anak dari kejahatan siber:
1. Edukasi tentang privasi online dan informasi pribadi
Ajarkan anak untuk tidak sembarangan membagikan informasi pribadi seperti alamat rumah, nama sekolah, nomor telepon, atau password.
Jelaskan dengan bahasa sederhana mengapa informasi ini berharga dan bagaimana orang jahat bisa menyalahgunakannya.
Diskusi semacam ini harus dilakukan berulang kali, bukan hanya sekali, dan disesuaikan dengan usia anak.
Anak bermain handpone
- id.pinterest.com
2. Aktifkan pengaturan privasi di perangkat dan aplikasi anak
Periksa dan sesuaikan pengaturan privasi di semua perangkat dan aplikasi yang digunakan anak.
Batasi siapa yang bisa menghubungi mereka di platform media sosial, nonaktifkan fitur berbagi lokasi, dan matikan pembelian dalam aplikasi. Untuk anak yang lebih kecil.
Platform seperti Google, Apple, dan Microsoft menyediakan fitur kontrol orang tua yang cukup lengkap.
3. Gunakan perangkat lunak keamanan dan kontrol orang tua
Pertimbangkan untuk menginstal solusi keamanan yang dirancang khusus untuk melindungi anak-anak.
Aplikasi seperti ini bisa memblokir konten berbahaya, membatasi waktu penggunaan gadget, memantau aktivitas online, dan memberikan notifikasi jika ada upaya penyadapan atau peretasan.
Beberapa bahkan bisa membantu melacak lokasi anak dan memberikan tombol darurat yang bisa mereka gunakan jika merasa terancam.
4. Terapkan autentikasi dua faktor untuk semua akun
Aktifkan autentikasi dua faktor pada akun email, game, media sosial, dan aplikasi lain yang digunakan anak.
Ini menambahkan lapisan keamanan ekstra sehingga meski password bocor, peretas tetap tidak bisa masuk tanpa kode verifikasi.
Untuk anak yang lebih kecil, kamu bisa mengatur agar kode verifikasi dikirim ke ponselmu, bukan ponsel mereka.
5. Awasi tanda-tanda penipuan dan phishing
Ajarkan anak untuk mengenali tanda-tanda email, pesan, atau situs web phishing.
Ingatkan mereka untuk tidak mengklik link dari pengirim yang tidak dikenal, terutama yang menjanjikan hadiah atau mengatakan akun mereka bermasalah.