Anak Main Gadget? Begini 8 Langkah Penting Cegah Mereka Jadi Korban Hacker

Anak bermain ponsel
Sumber :
  • Pinterest

VIVABandung – Di era digital ini, anak-anak menggunakan internet sejak usia dini untuk belajar, bermain, dan bersosialisasi.

img_title 4 Rekomendasi Spot Instagramable yang Bikin Feed Milenial Auto Kece

Namun, mereka juga menjadi target empuk bagi pelaku kejahatan siber.

Anak-anak cenderung lebih polos dan mudah percaya, sehingga rentan terhadap teknik penyadapan, peretasan, dan penipuan online.

img_title Anak Pakai Gadget Perlu Pendampingan Orang Tua, Dukung Komunikasi Dua Arah

Berikut cara melindungi anak-anak dari kejahatan siber:

1. Edukasi tentang privasi online dan informasi pribadi

img_title Saluran Cerna Sehat Kunci Imunitas Kuat Buat Tumbuh Kembang Optimal Anak

Ajarkan anak untuk tidak sembarangan membagikan informasi pribadi seperti alamat rumah, nama sekolah, nomor telepon, atau password.

Jelaskan dengan bahasa sederhana mengapa informasi ini berharga dan bagaimana orang jahat bisa menyalahgunakannya.

Diskusi semacam ini harus dilakukan berulang kali, bukan hanya sekali, dan disesuaikan dengan usia anak.

Anak bermain handpone

Photo :
  • id.pinterest.com

2. Aktifkan pengaturan privasi di perangkat dan aplikasi anak

Periksa dan sesuaikan pengaturan privasi di semua perangkat dan aplikasi yang digunakan anak.

Batasi siapa yang bisa menghubungi mereka di platform media sosial, nonaktifkan fitur berbagi lokasi, dan matikan pembelian dalam aplikasi. Untuk anak yang lebih kecil.

Platform seperti Google, Apple, dan Microsoft menyediakan fitur kontrol orang tua yang cukup lengkap.

3. Gunakan perangkat lunak keamanan dan kontrol orang tua

Pertimbangkan untuk menginstal solusi keamanan yang dirancang khusus untuk melindungi anak-anak.

Aplikasi seperti ini bisa memblokir konten berbahaya, membatasi waktu penggunaan gadget, memantau aktivitas online, dan memberikan notifikasi jika ada upaya penyadapan atau peretasan.

Beberapa bahkan bisa membantu melacak lokasi anak dan memberikan tombol darurat yang bisa mereka gunakan jika merasa terancam.

4. Terapkan autentikasi dua faktor untuk semua akun

Aktifkan autentikasi dua faktor pada akun email, game, media sosial, dan aplikasi lain yang digunakan anak.

Ini menambahkan lapisan keamanan ekstra sehingga meski password bocor, peretas tetap tidak bisa masuk tanpa kode verifikasi.

Untuk anak yang lebih kecil, kamu bisa mengatur agar kode verifikasi dikirim ke ponselmu, bukan ponsel mereka.

5. Awasi tanda-tanda penipuan dan phishing

Ajarkan anak untuk mengenali tanda-tanda email, pesan, atau situs web phishing.

Ingatkan mereka untuk tidak mengklik link dari pengirim yang tidak dikenal, terutama yang menjanjikan hadiah atau mengatakan akun mereka bermasalah.

Halaman Selanjutnya
img_title