Kegiatan Olahraga Saat Haid yang Bikin Mood Kamu Membaik
VIVABandung – Banyak wanita memilih untuk tidak berolahraga saat mengalami menstruasi. Keputusan ini sebenarnya kurang tepat mengingat banyaknya manfaat yang bisa didapatkan.
Menstruasi memang merupakan proses alami yang dialami oleh setiap wanita. Proses ini terjadi ketika lapisan rahim luruh dan mengakibatkan perdarahan.
"Menstruasi adalah proses alami tubuh yang terjadi ketika lapisan rahim lurus yang mengakibatkan perdarahan vagina," demikian penjelasan dr. Nova Veronika.
Siklus menstruasi umumnya berlangsung selama 28 hari. Namun, pada beberapa wanita bisa terjadi dalam rentang 21 hingga 35 hari.
Perdarahan biasanya berlangsung selama 3-7 hari. Selama periode ini, wanita sering mengalami berbagai keluhan.
Beberapa keluhan yang umum dialami antara lain perut kembung, kram, kelelahan, dan perubahan suasana hati. Keluhan-keluhan ini sering membuat wanita enggan berolahraga.
Faktanya, olahraga justru dapat membantu mengurangi keluhan-keluhan tersebut. Salah satu manfaat utamanya adalah mengurangi rasa kram.
"Beberapa penelitian menunjukkan olahraga secara teratur dapat mengurangi rasa kram pada saat menstruasi, sebuah studi menunjukkan bahwa olahraga aerobik dan peregangan dapat mengurangi intensitas nyeri dan kram pada saat menstruasi," jelas dr. Nova Veronika.
Olahraga juga membantu memperbaiki suasana hati. Aktivitas fisik dapat menghasilkan hormon endorfin yang mengurangi perasaan mudah marah dan cemas.
Manfaat lainnya adalah mengurangi perut kembung. Kondisi kembung ini terjadi akibat perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron.
Kualitas tidur juga dapat membaik dengan berolahraga. Banyak wanita mengalami gangguan tidur selama menstruasi akibat faktor hormonal.
"Olahraga pada saat menstruasi harus mengurangi intensitas apalagi pada saat hari pertama menstruasi, olahraga lah pada saat kamu ingin olahraga dan Jangan memaksakan diri," tambah dr. Nova Veronika.
Ada beberapa jenis olahraga yang aman dilakukan saat menstruasi.
Jalan Kaki
Pertama adalah berjalan kaki atau kardio ringan.
Olahraga Yoga
Yoga juga sangat direkomendasikan karena efektif mengurangi nyeri dan stres. Gerakan-gerakannya membuat tubuh lebih rileks.
Pilates menjadi pilihan olahraga lain yang cocok. Penelitian menunjukkan pilates lebih efektif dibanding aerobik dalam mengurangi gejala menstruasi.
Olahraga Bersepeda
Bersepeda santai juga bisa menjadi pilihan. Aktivitas ini sebaiknya dilakukan selama 15-25 menit.